apa

Tips Ampuh Menurunkan Kolesterol Mudah dan Sederhana


Meskipun sejatinya tidak ada yang instan, tapi faktanya kolesterol adalah penyakit yang bisa kita obati dengan tips sederhana. Cara menurunkan kolesterol sendiri cukup beragam. Faktanya, kolesterol adalah penyakit yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Jadi, sebenarnya dengan pola hidup yang sehat, kita bisa menangkalnya, dan berikut kami paparkan tipsnya:
1.      Mengkonsumsi Ikan Salmon
Ikan salmon adalah daging yang kaya akan kandungan omega-3. Kandungan tersebut bermanfaat untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida serta mampu meningkatkan produksi kolesterol baik atau yang disebut HDL. Dengan begitu, Anda masih tetap bisa menikmati kelezatan daging meski sedang kolesterol, namun tetap perhatikan juga cara pengolahannya.
2.      Mengonsumsi Obat Penurun Kolesterol
Jika Anda sudah mengkonsumsi berbagai macam jenis makanan penurun kolesterol atau buah penurun kolesterol alami, namun kadar kolesterol jahat LDL tetap tidak menurun, mungkin saatnya Anda mencoba untuk minum obat penurun kolesterol. Konsultasikan terlebih dahulu obat yang akan Anda konsumsi dengan dokter agar tidak salah pilih.
3.      Menggunakan Herbal
Selain obat-obatan dan makanan penurun kolesterol, Anda juga bisa mengkonsumsi beberapa jenis herbal untuk menurunkan kolesterol Anda. Beberapa di antaranya seperti teh hijau, kunyit, jahe, minyak oregano, dan bawang putih. Selain itu, masih banyak jenis herbal lainnya yang juga bisa Anda manfaatkan.
4.      Mengonsumsi Buah-Buahan
Buah-buahan biasa juga digunakan sebagai resep diet . Di samping itu, buah-buahan pun baik juga untuk menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh. Beberapa jenis buah yang bisa Anda konsumsi diantaranya seperti alpukat, jambu biji, apel dan jeruk. Anda bisa mengkonsumsinya langsung ataupun diolah. Catatan, jika Anda mengolahnya, usahakanlah diolah secara baik dan benar.
Nah, itulah beberapa cara untuk menurunkan kolesterol Anda. Kolesterol adalah penyakit yang tidak boleh dianggap sepele. Jadi, perhatikan selalu kadar kolesterol Anda agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika kolesterol Anda masih belum turun dalam kurun waktu yang lama, segera kunjungi dokter terdekat, dan lakukan konsultasi lebih lanjut.

merdeka.com  

Kata Tuhanku

Perkuat keyakinan

Ada manusia yang sedang merasa tersudut, segala usaha untuk mencari solusi terbentur keadaan, tak ada jalan lain kecuali meminta pertolongan. Satu demi satu rumah ia datangi, berharap ada sedikit bantuan yang mampu melonggarkan peliknya derita hidup. Tak pandang bulu, dari pejabat desa hingga rakyat jelata, semua ia coba. Nihil.

"Halah, kamu lagi. Sudah berkali-kali datang, ga punya malu. Kerja sana jangan cuma minta."

"Naaah, kan bener. Pasti minta bantuan lagi. Heran, ga ada usahanya sama sekali. Ngrepotin tetangga aja."

"Rakyat saya itu bukan cuma kamu, keluarga yang butuh bantuan juga tak terhitung jari. Sudah sana pulang, nanti kalau ada ya dikabari."

"Ealah, hobi kok ga berubah. Sekali-sekali itu bermanfaat buat orang lain, bisanya cuma buat senewen."

"Sama, kondisi kita sama. Kamu minta apa? Coba cari di dalam rumah, ga ada, ga bakal ada, wong aku ya ga punya apa-apa."

Kepala serasa mau pecah, sudah tidak tertahankan. Urat malu yang ia buang jauh-jauh nyatanya kembali datang menghampiri. Harus kemana?

Kembali ia ke dalam rumah, sejauh mata memandang tak ada apa-apa yang bisa dibanggakan. Lalu selembar sajadah ia hamparkan. Sudah, berkali-kali dalam sehari ia meminta pula tapi sama saja tak ada hasil. Tak ada lagi kekuatan, perlahan lelehan hangat mengalir membelah pipi. Jika saat ini ia mati sungguh itulah yang diharapkan.

Sayangnya tidak. Sayup-sayup ia mendengar, bukan suara namun sesuatu yang menjalar hangat. Genangan air mata tak coba ia bendung justru mengerahkan sekuat tenaga untuk mengeluarkan semuanya. Salah, selama ini ia salah. Kini, ia berada di tempat yang tepat, dihadapan Dzat yang Maha Segala. Meminta pasti diberi, berdoa pasti dikabulkan, kekurangan akan dicukupkan. Apa lagi yang ia butuhkan?

Keyakinan, iya ... keyakinan bahwa hanya Dia tempat bergantung.

Betapa Tuhan berbahagia ketika hamba-Nya datang untuk meminta, semakin sering justru semakin sayang. Tuhan begitu cinta kepada hamba yang sering kembali, hamba yang sadar bahwa ia membutuhkan Tuhan Sang Pencipta.

Tiada doa terabaikan semua dikabulkan, seringnya manusia yang salah paham. Tuhan memberikan pertolongan pertama dengan menurunkan ketenangan di dalam hati. Seperti Bilal yang yakin akan Tuhannya, terpaan siksa dari majikannya tak sebanding dengan ketenangan hati yang Tuhannya turunkan. Begitupun para pejuang di palestina, gaza, suriah, dan kaum muslim di seluruh dunia, mereka memiliki ketenangan hati yang Tuhannya turunkan sehingga segala kedzaliman yang menerpa tak membelokkan keyakinan akan pertolongan Tuhannya.

Jadi... seyakin apa kita kepada Rabbul 'alamin, Tuhan seluruh alam?

Kolestrol Turun dengan Mengatur Kebiasaan Sehari-hari



Penyakit merupakan suatu hal yang dihindari oleh setiap orang. Sebab, kesehatan merupakan suatu nikmat yang tak terkira dan bisa membuat kita bahagia setiap harinya. Tapi, sayangnya tidak selamanya kita berada dalam kondisi kesehatan terbaik. Sebab, berbagai penyakit bisa saja menyerang tubuh seperti kolestrol.

Kolestrol umumnya hadir karena kebiasaan kita sehari-hari yang kurang baik. Hadirnya kolestrol perlu diwaspadai agar tidak mengganggu sistem kerja tubuh kita. Selain itu, kolestrol juga bisa diturunkan dengan melakukan beberapa cara menurunkan kolesterol berikut ini.

1. Menurunkan berat badan
Tahukah Anda bahwa orang dengan tubuh yang terlalu gemuk memiliki potensi kolestrol yang lebih tinggi? Ya, orang yang lebih gemuk cenderung mudah terkena kolestrol karena kandungan lemak yang ada dalam tubuhnya. Sebab, lemak dapat berubah menjadi kolestrol jahat yang akan menyerang tubuh Anda.
Agar dapat mencegah dan menurunkan kadar kolestrol dalam tubuh, Anda perlu menurunkan berat badan Anda secara perlahan. Menurunkan berat badan berarti mengurangi kadar lemak dan kolestrol yang ada dalam tubuh Anda. Caranya, Anda bisa melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga secara lebih rutin. Anda juga bisa mengurangi konsumsi makanan terutama makanan yang berlemak agar dapat mendukung upaya penurunan berat badan agar lebih efektif. Ketahui juga resep diet lainnya yang sesuai dengan kemampuan Anda serta telah berhasil membantu banyak orang dalam menurunkan berat badannya.

2. Stop merokok
Apakah Anda merupakan seorang perokok aktif? Jika Anda merupakan seorang per
 okok aktif, maka sebaiknya mulailah berusaha untuk mengurangi dan berhenti merokok setiap harinya. Sebab, dengan merokok setiap harinya, maka secara tidak langsung Anda sedang menaikkan kadar kolestrol dalam tubuh Anda secara perlahan. Hal ini tak lepas dari kandungan dalam rokok itu sendiri yang bisa memacu kadar kolestrol dalam tubuh hingga meningkat tajam. Agar kolestrol dalam tubuh tetap terjaga, maka sebaiknya hentikan kebiasaan merokok sekarang juga karena selain kolestrol berbagai penyakit lainnya juga berpotensi hadir saat Anda memiliki kebiasaan merokok. 

Kesehatan merupakan aset penting, sudah selayaknya kita menjaganya sebagai rasa syukur kepada Allah Ta’ala yang telah memberikan hidup. Gaya hidup sehat dimulai dari diri sendiri yang perlahan dapat pula memengaruhi orang-orang sekitar. Tubuh yang sehat tentu akan semangat dalam menebar manfaat, setuju?

Prasangka



Ekor mataku tak lepas sedikitpun dari sosok di samping jenazah itu, matanya sembab, seluruh wajahnya bengkak, tak ada air mata namun sesekali ia masih sesunggukan. Ahh, mana aku tahu kemana larinya air mata itu, mungkin saja sudah ia habiskan tadi saat keluarga jenazah datang untuk merelakan anggota keluarga mereka pergi dan tak kembali untuk selamanya.

Selendang hitam menutup  rambut panjangnya yang digelung, terusan hitam sempurna menandakan kesedihan yang mendalam. Ya, ya, mungkin semua mata akan tertipu tapi aku tidak, tidak sepolos itu menilai ia.

Satu persatu pelayat datang menyalami, orang yang kenal dekat bahkan memberikan pelukan sebagai simbol menyalurkan ketabahan dari peristiwa duka cita ini. Aku mulai bosan melihat ia yang kian mahir bersandiwara.

Ahh, mataku sepat melihat pemandangan yang sedari pagi didominasi olehnya, seketika aku melirik jenazah yang dikerubungi sanak saudara kemudian lama tertegun. Tunggu. Kenapa tak ada perubahan? Jangan-jangan. Aku menarik napas perlahan, kini bola mataku meloncat ke dua arah, jenazah dan ia-wanita paruh baya itu.

Sebentar. Ada yang tidak beres.

Aku mendekati jenazah, memastikannya berulang kali, tak peduli tatapan mata yang menaruh curiga, justru aku sedang melawan rasa curigaku sendiri saat ini.

Kembali melakukan tatapan mendalam kepada wanita itu, raut wajahnya tak berubah, masih sama dengan mata sembab dan wajah yang bengkak, arrrggg, susah memutuskan jika hanya melihat. Maka aku mendekatinya, meraba tangannya, aiihh, ini hanya dalih menuntaskan segala hal janggal yang terlihat mata.

Apa iya aku sudah tertipu?

"Bu, apa Bapak sungguh sakit?"

Wanita itu menatapku, berkedip, lalu diam.

Aduuuhhh, aku tak bisa mengambil keputusan jika ia hanya diam.

Pikiranku melayang ketika satu desa gempar sebab Bapak pulang dengan wanita muda berbadan dua. Wanita itu marah besar merasa dikhianati, namun Bapak bersikeras membiarkan wanita muda itu tinggal di rumah. Malangnya wanita muda itu meninggal sesaat setelah ia melahirkan bayi perempuan mungil yang dengan sangat terpaksa di asuh oleh wanita itu.

Tak berselang lama, Bapak mendapat musibah jatuh dari pohon kelapa, kakinya lumpuh. Atas kejadian ini seluruh warga desa menganggap Bapak mendapat karma karena telah menyakiti istrinya dan simpati yang berlebihan diberikan kepada wanita itu yang dengan sukarela merawat Bapak juga bayi mungil tak tahu apa-apa. Hari demi hari Bapak tak ada perubahan justru beliau hanya bisa berbaring, separuh badannya ikut lumpuh. Dua belas tahun Bapak menjalani hidup di atas ranjang dengan kasih sayang istri yang telah dikhianatinya.

Cukuuuuuuup. Biar warga desa saja yang tertipu, aku tidak mau ikut bodoh seperti mereka. Kenapa tidak ada yang berpikir bahwa wanita yang mereka anggap berhati malaikat itu ternyata iblis? Bukankah sangat mudah membalaskan dendam sakit hati dengan kedekatan yang tiada sekat ini? Aku tahu dengan benar memang wanita itu rutin memberikan obat untuk Bapak, namun siapa yang bisa menduga apakah pil yang ia berikan benar obat? Kenapa Bapak tak kunjung sembuh?

Hhaaa, maaf aku tak mudah tertipu.

"Bu..." aku mencoba meminta penjelasan.

Arah mata wanita itu menuju kamar Bapak, eh apa ia sedang memberikan isyarat padaku? Maka segera aku bangkit dan menuju kamar Bapak. Tak ada beda, sama seperti hari-hari lalu, ahhh, aku dikerjain.

Aku duduk di tepi ranjang, memainkan tepian seprai yang terjuntai, memasukkannya ke bawah kasur agar rapi. lalu tanganku menyentuh sesuatu.

Apa ini?

Ratusan pil tersebar di bawah ranjang. Terungkap semua segala prasangka. Aku menghambur memeluk wanita itu, bahunya ikut terguncang dan lelehan air mata keluar membasahi wajah bengkaknya.

Bapak tak pernah meminum obat yang wanita itu berikan, semua pil yang ia masukkan ke dalam mulut dimuntahkan kembali. Itulah kenapa tubuh Bapak yang kini terbujur kaku tetap kurus kering tidak seperti tubuh yang akan menggembung ketika banyak obat dikonsumsi selama hidupnya.

Kenapa, Pak? Kenapa? Kenapa tak bisa percaya kepada wanita yang meski hatinya tersakiti namun tetap setia melayani?

Cinta seperti apa yang Ibu punya, Bu? 


Bahkan, Tuhanku Jauh Lebih Sayang

Marhaban yaa Ramadhan...

Semangat untuk kita yang menjalankan puasa wajib di bulan suci ini, semoga keberkahan dilimpahkan kepada umat Nabi Muhammad SAW yang tetap teguh menjalankan apa yang beliau syiarkan.

Bertepatan pula dengan awal masuk kerja, beberapa instansi meliburkan karyawannya pun dengan anak-anak sekolah. Mereka diberikan waktu untuk menikmati awal-awal menapaki bulan nan penuh limpahan rahmat ini, berbeda dengan pabrik aku bekerja. Tak ada libur bahkan jauh sebelum bulan ini, rencana-rencana lembur sudah diatur.

Pagi ketika semua wajah masih berseri, telepon masuk datang dari pimpinan di luar kota. Jelas menanyakan kondisi pabrik yang masih kejar-kejaran memenuhi permintaan pelanggan lalu memastikan semua karyawannya siap bekerja.

"Belum masuk Bu, masih sakit," jawabku saat beliau bertanya tentang sopir.

"Loh, sakit apa?"

"Lambung bu, mungkin mag nya kambuh."

"Oo, ya jangan suruh puasa dulu ya."

Aku tersenyum, bosku mengkhawatirkan kami. Mengingatkan kepada Dia, yang mewajibkan puasa Ramadhan untuk kami.

Sungguh puasa itu memiliki banyak manfaat, tapi jika sakit tak apa tak berpuasa. Subhanallah.

Gimana? Masih mau protes?

" ... Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-baqarah : 183)

Allah Ta'ala tuh sayang banget sama kita, sampai perintah yang wajib pun masih Dia beri keringanan untuk menjalankannya. Pokoknya, sesayang-sayangnya manusia ke kita itu menunjukkan bahwa Sang Pencipta jauh lebih sayang dari siapa pun.

Semangat menjalankan ibadah puasa :)

Ketika Diri Diremehkan

Sudah menjadi kewajiban untuk melewati pemeriksaan di security sebelum meninggalkan pabrik, iya, pihak pabrik harus benar-benar yakin bahwa pekerjanya tidak bermain curang. Begitupun denganku. Tak ada masalah, namun yang mengganjal justru kedekatanku dengan para petugas security. Iya, antara kami sudah saling menyimpan nomor telepon sehingga bisa melihat cerita apa yang dibagikan lewat whatsapp.

Setelah pemeriksaan selesai, lembut tangan petugas meninju bahuku sembari berucap, "Gayamu nduk sok nulis segala."

Aku yang biasanya akan menanggapi cengengesan seketika bungkam, mengangguk sekilas kemudian berlalu. Sepanjang perjalanan otakku yang sudah panas kembali diajak berpikir keras.

Memangnya kenapa kalau menulis? Bukankah menulis tak memandang kasta? Lalu salah jika sebagai buruh pabrik menuangkan ide ke dalam kata-kata?

Jujur, aku mulai berpikir. Benarkah semua yang kulakukan tak ada gunanya?

Mudah nyatanya memanggil kembali ingatan bertahun silam kala diri masih memakai putih abu-abu.

Riang kaki melangkah menuju perpustakaan, bukan sok-sok an karena anak ipa dan guru tak dapat mengajar namun ada satu komputer yang boleh di pakai umum di sana, serunya lagi terhubung dengan jaringan internet. Mau lihat apa? Saat itu facebook menjadi sosial media yang tengah naik daun.

Aku sibuk bercerita tentang pendakian pertama di gunung merapi, kegiatan pertama pula yang diadakan oleh pecinta alam sekolah di tahun itu. Temanku berbinar melihat koleksi foto-foto yang sebagian sudah diunggah di facebook. Semua indah hingga pak guru datang dan mendekati kami. Tak ada larangan juga tentang keberadaan kami di perpustakaan dengan alasan yang sudah kusampaikan tadi.

Baliau ikut masuk ke dalam obrolan kami, kemudian merespons, "Ahh, yang bener mba? Masak kamu bisa muncak?"

Uiihh, ga terima dong akhirnya kutunjukkan foto padanya ketika tersenyum di puncak garuda.

Beliau masih mengelak, yah, mungkin penglihatan beliau sudah tak sebaik kami. Aku menenangkan diri, mencoba berdamai dengan segala penilaian fisik yang beliau jabarkan.

Terngiang senior saat menyemangati kami, bukan sebab fisik semata, kekuatan mentallah yang berperan banyak dalam mencapai puncak tangga kesuksesan.

Begitulah, nyatanya tak mudah menerima ketika diri diremehkan. Tunggu, memangnya perjuanganmu untuk siapa? Kenapa mudah sekali patah? Segala akan hancur oleh amarah, saatnya kita berbenah.




Buku yang Ingin Dibacakan Kekasihku

"Jadi bagaimana bisa?" Aku mengawali percakapan setelah tiga ratus meter kami terdiam menahan getaran di sekujur tubuh.

"Aku bilang kalau menginap di rumah teman." Renyah suaranya menembus gendang telinga sebelah kananku.

"Aman?" Bukan aku meragukan hanya memastikan.

"Asal kau pulangkan aku tepat waktu." Jawabannya seperti sebuah penekanan.

Aku tersenyum, tidak sedikitpun aku berniat menculikmu.

Matahari tak lagi bersinar garang namun cahayanya masih menyilaukan. Sedikit memicingkan mata sebab kami tepat menuju titik tenggelamnya matahari di cakrawala.

"Kita mau kemana?"

Lalu lalang kendaraan di sekitar kami tak membuat aku kehilangan fokus untuk mendengarkan suaranya bahkan jika tak malu ingin kukatakan bahwa detak jantungnya bisa kudengar dan itu yang membuatku tak henti pula berdebar.

"Hey..."

Masih menunggu waktu untuk menjawab, suka sekali mendengarnya merajuk.

"Hey, kau dengar aku tidak?"

Goncangan lembut di bahu kembali membuatku mengulum senyum, ahh mudah sekali baginya membuatku bahagia.

"Tunggu saja. Tempat kesukaanmu."

"Heemmm, baiklah. Aku ingin bercerita sesuatu."

"Tentang apa?"

"Buku yang kubaca."

"Nanti saja."

"Aku membawanya."

"Haah, serius?"

"Iya."

"Kalau begitu tahan dulu, bacakan saja di sana nanti."

Ingin rasanya aku memercepat laju kendaraan, tak sabar duduk berdampingan dengannya memandang langit dengan ribuan bintang-bintang lalu mendengar suara lembutnya menceritakan kisah dari buku yang dibawanya. Sudah kubayangkan, sempurna.

pantai parangtritis


Sembilan puluh menit berlalu dan tibalah kami di bibir pantai ketika matahari sempurna berganti posisi dengan bulan. Ombak bergulung berlomba menyentuh kaki, kerlip gemintang menghiasi langit, hembusan angin tak terlalu kencang dan pasir hitam ini berbisik semuanya akan sesuai rencana. Hingga tiba-tiba dia berbalik, berlari menaiki tangga, menjauh dari tempat aku membayangkan cerita sempurna lalu menangis tersedu di samping kendaraan kami.

Beberapa bapak penjaga parkir kebingungan hendak berbuat apa, aku memeluknya namun dia mengelak.

"Ada apa?"

"Pulang."

"Hah?"

"Pulang."

"Kenapa? Ada apa?"

Dia tak menjawab kecuali tangisan yang makin menjadi. Aku menuntunnya menjauhi kerumunan, dia menolak. Apa pun yang kulakukan dia tak mau beranjak dari sisi sepeda motor. Baiklah, kita pulang. Malam, titip dulu segala kesempurnaan pantai ini, semoga aku bisa membujuknya untuk mau kembali.

Sepanjang perjalanan pulang tak ada suara selain aku yang bertanya kenapa, tangisnya sudah reda namun setelahnya hanya bungkam.

Tak ada cerita apa pun setelah malam itu, aku mengantarnya pulang dan hidupku yang hening selama beberapa minggu ke depan. Panggilan tak terjawab, pesan tak terbalas, juga pintu yang terkunci setiap aku hendak menemuinya di rumah.

Kamu, kenapa?

--------------------+++++++++----------------

Mana aku tahu jika ternyata kekasihku membawaku bermalam di pantai. Tak perduli apa yang hendak ia tunjukkan dengan sempurnanya perpaduan desau ombak, kerlip bintang-bintang dan semilir angin. Bulu kudukku berdiri melihat lautan lepas tanpa batas. Sebelumnya aku pernah berdiri di panti ini, tak ada ketakutan yang sama.

pantai parangtritis


Laut yang manusia hanya mampu menerka seberapa dalam sesungguhnya tak benar-benar tahu apa yang sebenarnya ada di dasar. Api yang bergolak menahan marah melihat manusia-manusia bodoh mengotori keelokan tubuhnya. Manahan diri setiap permintaannya ditangguhkan oleh Pencipta, ahh laut saja menyadari statusnya hanya sebagai makhluk yang tak mampu berbuat apa-apa jika tak ada ijin Tuhannya.

Buku yang ingin kubacakan pada kekasihku menceritakan semuanya secara rinci. Tak ada yang tahu kapan Tuhan akhirnya mengijinkan air laut meluap dan meratakan apa yang dilaluinya. Aku hanya tak mau berada di situasi tersebut sebab kamu yang dengan bangga mengaku sebagai kekasihku saja belum berani mengambil alih tanggung jawab sepenuhnya dari Bapak. Maaf, rasanya tidak sebanding aku mengambil resiko sebesar ini.



Parangtritis yang diselubungi cerita mistis.

Paket Umroh Murah

Rukun islam yang ke lima adalah naik haji (bagi yang mampu), namun sebagai umat islam tentu keinginan mengunjungi Baitullah adalah sesuatu yang diimpikan. Syariat islam itu meringankan, tak ada pengecualian untuk siapa pun yang jiwanya terpanggil untuk mengunjungi kota suci Mekah, jika menunaikan ibadah haji masih begitu memberatkan maka ada ibadah umroh yang meringankan.

Nyatanya masih banyak orang yang kesulitan untuk benar-benar menjalankan ibadah umroh meski keinginan dalam hati begitu menggebu, salah satunya ialah menentukan travel umroh yang terpercaya, mengingat banyak kasus penipuan yang membuat kecewa jemaah. Blibli.com sebagai pelopor toko online di indonesia berkomitmen untuk menyediakan segala apa yang diperlukan termasuk paket umroh yang berkualitas sehingga kita tidak perlu khawatir.

Ketenangan, kenyamanan dan kepuasan pelanggan benar-benar menjadi perhatian Blibli dalam menyediakan travel umroh terpercaya sehingga hanya bekerja sama dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh yang terdaftar di Kementerian Agama. Keinginan yang berbeda-beda dari setiap orang pun menjadi pertimbangan, banyaknya pilihan paket umroh memudahkan jemaah yang ingin menyesuaikan dengan keadaan masing-masing, ditambah lagi banyak promosi yang ditawarkan saat membeli paket umroh menjadikan keinginan untuk berangkat umroh terbuka lebar di depan mata.

Sekarang ketika semua ini menjadi mudah masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan lagi. Bagaimana caranya untuk mengumpulkan uang? Uang adalah sesuatu yang mendapatkannya butuh perjuangan namun mudah sekali lepas dalam genggaman, belum lagi keinginan yang sulit dikendalikan ketika gajian tiba. Menabung di bank? takut dengan ancaman riba, padahal inginnya ibadah ke tanah suci harus dengan jalan yang suci pula, menjauhi hal-hal yang sifatnya syubhat. Beda cerita jika di simpan di rumah, ini tambah berbahaya sebab ada saja alasan menunda untuk sesuatu yang sebenarnya bukan kebutuhan mendesak, belum lagi melihat diskon belanja, duh emak-emak.

Harus gimana dong?

Kelapangan riski dan keluangan waktu tentu akan dimudahkan oleh Allah SWT bagi siapa saja hamba-Nya yang berniat mengunjungi ka'bah.Travel umroh yang tersedia di Blibli pun mendukung terwujudnya niat suci ini, para agen mengadakan tabungan umroh dengan jumlah setoran yang bervariasi setiap bulannya, bahkan ada agen yang membebaskan besaran setoran sesuai kemampuan calon jemaah umroh. Semakin sering dan semakin besar jumlah uang yang disetorkan tiap bulan, tentu saja akan semakin cepat berangkat menuju Baitullah.

Biasanya umroh dilaksanakan selama sembilan hari, namun beberapa travel menambahkan tour untuk mengunjungi tempat-tempat suci lainnya, yah mumpung sudah di sana. Jika Anda berminat maka silahkan mengambil paket umroh plus, selain melakukan perjalanan ibadah juga berwisata untuk mempelajari jejak-jejak peradaban islam di berbagai negara di penjuru dunia.

Niat baik memang seharunya disegerakan, percaya ada Allah yang Maha Kuasa dan Maha Mengabulkan segala pinta, kepergian menuju ka'bah akan memberikan pengalaman spiritual yang membekas sepanjang hidup. Akan sangat berbeda bagi yang belum pernah dengan mereka yang melihat langsung bukti nyata diutusnya Muhammad sebagai penutup para nabi. Menyeka air mata ketika menyaksikan bahwa di pemakaman Baqi terbujur jasad-jasad para ummahatul mukminin juga para sahabat, bergetar membayangkan perjuangan mereka dalam membela islam, menegakkan syariat di seluruh penjuru dunia. Menikmati kesegaran air zam-zam dengan lintasan pikiran yang berlari ke zaman ibunda hajar berjuang mendapatkan air demi bayi Ismail yang menangis kehausan, juga menatap langsung kiblat shalat umat muslim di mana pun berada, Ka'bah.

Baru memikirkannya saja sudah terharu, pantas banyak yang menginginkan untuk bisa kembali berkunjung meski sudah datang berkali-kali. Semoga setiap niat baik kita dimudahkan oleh Allah Ta'ala, aamiin.





Sambil Kuliah Jadi Pengusaha Di Ma'soem University

Belajar hingga ke jenjang universitas sepertinya sudah menjadi kebutuhan banyak orang, bukan hanya pelajar yang baru lulus sekolah menengah atas atau kejuruan saja bahkan karyawan yang ingin meningkatkan kemampuan dan keahliannya membutuhkan universitas untuk menimba ilmu.

Jurusan bahasa inggris masih menjadi favorit banyak orang, mengingat sudah semakin terbukanya hubungan dengan luar negeri. Memahami bahasa internasional seolah syarat wajib untuk melalang buana menembus batas, kemampuan memahami bahasa asing menjadi nilai lebih sesorang juga menjadi syarat utama perusahaan yang bekerja sama dengan pihak asing.

Selain itu, Indonesia sebagai negara agraris tentu membutuhkan ahli untuk mengolah sumber daya alamnya, sejalan dengan bahasa inggris jurusan pertanian pun ramai peminat. Terkenalnya Indonesia sebagai jajaran produsen padi terbesar di dunia membuka peluang bagi siapa saja yang cermat melihat kesempatan untuk berkembang.

Praktek akan membuat ilmu yang di dapat menjadi hal yang bermanfaat, itulah hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam memilih universitas. Ma'soem University memiliki program yang mengajak mahasiswanya menjadi pengusaha, tentu akan diberikan arahan dan bimbingan agar nantinya mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat. Menjadi sarjana yang membuka lapangan pekerjaan tentu impian banyak orang, selain membantu lingkungan sekitar menaikkan perekonomian dapat turut serta mengurangi angka pengangguran di negara tercinta, Indonesia.

Universitas yang beralamatkan di Jl. Raya Cipacing No. 22 Jatinangor 45363 Jawa Barat ini bisa dihubungi melalui sambungan telepon di nomor 022 7798340 atau Whatsapp : 08156033022. 

Tidak perlu khawatir mengingat program pengusaha yang Ma'soem University tawarkan nyatanya tidak membuat biaya kuliah tinggi tak terjangkau. Pihak kampus tidak melakukan pungutan biaya di perjalanan. Mahasiswa tidak akan dikenakan biaya-biaya seperti SKS,biaya ujian, biaya modul, biaya praktikum, dan lain-lain. Adapun biaya fasilitas hanya sebesar 3 juta-an hanya dibayar 1x di tahun pertama saja (selama menjadi mahasiswa sampai kelulusan). Keren bukan?

Terdapat diskon beasiswa bagi pendaftar yang memenuhi syarat yang kampus tetapkan juga loh. Gimana? Mantap bukan? Memiliki pendidikan tinggi adalah hak setiap warga negara. Yuk semangat belajar.

Beli Kerudung ya di BliBli

Padatnya jadwal harian membuatku bingung ketika hendak membeli kerudung, eh ada teman yang menyarankan belanja online saja. Iya setuju tapi sungguh ada trauma di waktu lalu, pernah aku tertipu saat melakukan transaksi, parahnya lagi temanku lain yang menjadi penjual online pun menyarankan untuk tidak berbelanja online, nah loh. Duh, dilema.

Saran dari teman masih kutangguhkan hingga dia meyakinkan bahwa ada toko online yang terpercaya, baiklah tak ada salahnya mencoba memberanikan diri, masak temanku mau bohong, kayaknya sih ga mungkin.

Taraa, benar saja membuka beranda Blibli seketika terpana. Sebelum lapar mata buru-buru aku mengetikkan keyword pada menu pencarian. Hasilnya ada tiga ribu lebih model kerudung, asyiiiknyaa. Serunya lagi ada pilihan untuk memudahkan kita dalam mencari kerudung yang sesuai keinginan hati. Yah, merasa ga kuat aja mantengin tiga ribuan kerudung kan? Segera aku menekan menu "Urut Berdasarkan :" Cuss deh mau pilih kategori yang kaya gimana, yang paling terpopuler? Produk yang direkomendasikan? Harga termurah? Potongan diskon? atau Rating tertinggi?

Puluhan menit selanjutnya bingung menetukan model kerudung, lucu-lucu semua, duh wanita sama aja kalau liat barang bagus, hhee.




Aku termasuk wanita yang tidak suka berbelanja, ditambah lagi mulai membiasakan diri untuk memilah mana yang menjadi kebutuhan atau hanya sekadar keinginan. Selain itu setiap hendak membeli barang selalu terngiang pesan dari ibu, "Jangan boros, ga mau kan jadi temannya setan?" Wuihhh, ngeri amat memang. Siapa lagi yang mau temenan sama setan, udah di dunia sengsara di akhirat jelas-jelas ga bakal masuk surga. Bahkan setiap ibu melihat almari baju sudah mulai berantakan, beliau akan mengeluarkan perintah, "Ayo kumpulan semua pakaian yang tidak dipakai lagi." Biasanya sih jika masih layak pakai akan diberikan kepada orang lain, bila tidak layak akan berakhir menjadi keset atau lap meja dapur, hhee.

Ada juga peringatan dari ustadzah, "Nanti setiap harta benda akan dihisab."

Gleg, kalau udah ustadzah yang bilang mana berani nyanggah. Semakin banyak harta dan benda yang kita miliki akan semakin lama pula waktu untuk mempertanggungjawabkannya, begitu mungkin intinya. Itulah kenapa sering berpikir puluhan kali untuk berbelanja. Eh tapi untuk beli kerudung ini memang kebutuhan lo, musim hujan membuat jemuran tidak segera kering, jadilah baju yang sudah terbatas itu habis tak bersisa untuk siap pakai, hhee. 

Oiya, tapi bener apa kata temenku, Blibli memang online shop terpercaya dan paling aman karena sistem keamanan pembayarannya sudah bersertifikasi oleh Verisign, Verified by Visa, MasterCard SecureCode dan Credit Card Fraud Detection System. Selain itu jika ada kendala saat berbelanja ada Customer Care yang siap membantu 24 jam loh, mantap bukan?

Ga cukup sampai di situ, semisal barang yang datang tidak sesuai dengan apa yang kita beli, bisa loh dikembalikan dan proses pengembalian sampai barang datang lagi cuma butuh waktu 14 hari aja. Gimana, masih belum yakin? Eiittsss, sampai lupa hal terpenting nih, hayoo cung pemburu diskon, hhee. Setiap harinya ada berbagai promo dan diskon menarik. Misal nih, Promo Monday Mom's Day setiap hari senin mulai pukul 00.00-23.59 WB, promo fashion wanita setiap rabu dan untuk fashion pria setiap hari rabu dan kamis. Semua barang yang disediakan pastinya berkualitas.

Jadi, untukmu yang mager keluar atau sibuk hingga tidak sempat berbelanja, cobain deh belanja online di Blibli. Boleh curhat ke aku kalau bingung pilih model yah, hhii. Selamat berbelanja.

Tubuh Makin Rileks Dengan Koyo

Meraih mimpi bukanlah perkara mudah, namun semangat untuk mewujudkannya mampu merobohkan dinding penghalang setinggi apa pun itu. Banyak contoh orang-orang yang berhasil meraih mimpi dengan memaksimalkan waktu yang Tuhan berikan. Aku pun mencoba melakukannya, bukan hal mudah. Menjadi pekerja full time tak menyurutkan niatku menjadi seorang blogger. Terkadang setiap malam menjelang harus menyempatkan waktu menulis, belum lagi akhir pekan menghadiri kegiatan-kegiatan di luar kota. Seru sih terlebih ini adalah impianku.

Sibuknya jadwal yang harus dijalani seringkali membuat tubuh pegal dan justru menganggu kinerja, pengen rasanya pijat biar rileks, eh tapi ya ga bisa ninggalin kerjaan gitu juga dong. Bisa kena marah, fatalnya lagi kehilangan kepercayaan, duh bahaya. Akhirnya aku dapat solusi mengatasi badan yang loyo, ya pakai aja koyo.Fungsi koyo untuk tubuh saat ditempel di bagian-bagian tertentu membantu mengurangi rasa pegal juga meregangan otot-otot, kehangatannya membuat badan lebih rileks, terlebih di musim hujan seperti ini. Setuju? Wah, jadi barang bawaan wajib kemana pun pergi deh. Beli di toko terdekat juga pasti tersedia. Pertolongan pertama agar hasil kerja bisa maksimal, ya kan?

Awalnya sih agak ragu, pengalaman pakai koyo itu lengket, susah diambil dan berbekas. Ternyata koyo dari hansaplast enggak lengket juga nggak berbekas. Senangnya. Apalagi kemasannya pakai teknologi heat lock, dijamin aman dan terjaga hangatnya.


Nah, beda lagi kalau pas lagi mendaki gunung atau olah raga ekstrem lainnya, koyo juga jadi andalan untuk membantu mengurangi pegal-pegal pada kaki, punggung, tangan, pundak atau bahkan pegal dan kaku pada bagian leher sekalipun. Eh kalian pernah ngerasain juga ga? Coba baca dulu di https://www.id.hansaplast.co.id/bantuan-instan/sports-and-activity/neck-and-shoulder biar tahu harus ngapain ketika tiba-tiba otot kaku saat olahraga. Membaca itu cara terampuh untuk mengobati kebodohan, banyak informasi yang di dapat dan tentunya bermanfaat. Jangan lupa pilih bahan bacaan yang menutrisi otak ya guys.


Oh iya, perlu diingat juga, boleh banget aktif banyak kegiatan tapi jangan lupa juga untuk memberikan hak tubuh. Istirahat cukup, penuhi nutrisi tubuh juga olahraga. Badan yang sehat menjadi aset kita untuk meraih mimpi dan bermanfaat bagi sesama. 

Gimana, sudah tenang kan? Yuk lah kita bertualang :)



2013 Terakhir Kita Bersua

Malam belum larut, mata masih terjaga namun tak ada niatan untuk melakukan sesuatu. Ahh, malam minggu pasti tak masalah jika bermalas-malasan, meringankan kinerja otak setelah sepekan harus berputar dengan banyak hal yang memusingkan. Anggaplah ini hadiah untuk diri sendiri.

Gawai aku letakkan di sebelah tubuh, hening, tak ada pemberitahuan apa pun sedari tadi. Hmmm, begitulah. Mereka yang sering muncul pun akan diam jika sabtu malam menjelang.

Aku meletakkan guling menyender pada tembok lalu memposisikan tubuh sedemikian rupa agar nyaman beberapa jam ke depan. Lembaran-lembaran buku tebal yang sejak bulan lalu belum juga rampung kembali kujelajahi. Dua puluh menit berlalu hingga gawaiku bergetar. Melirik sejenak untuk memastikan dan memutuskan harus bertindak atau biarkan saja. Bukan sekadar tersenyum bahkan aku melonjak melihat siapa nama yang tertera di layar.

Namamu.

Hhii, sudahlah tak perlu kusebutkan siapa namamu. Kenapa? Nanti alasannya ada di paragraf mendekati ending dari tulisan ini.

Balas segera atau menunggu beberapa waktu? Hendak membalas bagaimana ya?

Pesan belum sepenuhnya aku buka. Hanya baris awal yang justru semakin membuatku penasaran dengan kelanjutannya.

"Dik, sekarang dimana ... "

Apa yah lanjutannya? Lama sekali menunggu detik jarum berpindah tempat. Aku sudah tak sabar untuk membaca lanjutannya.

Baiklah. Sepuluh menit kurasa cukup.

Kalian tahu apa pesan utuhnya? Hanya spasi kemudian tanda tanya, hhaa. Iya benar, tak ada kelanjutan selain yang sudah terpampang di layar tanpa perlu aku membuka seluruhnya. Itu saja sudah membuatku tak henti tersenyum. Belum... tak segera aku membalasnya. Aku justru melihat pesan-pesan sebelumnya dan yahh April 2013 sejak dia tahu bahwa aku adik dari teman satu organisasinya.

Tahun 2013 saat aku malu-malu mengurung diri di kamar saat dia datang untuk membahas program kerja dengan teman satu organisasinya, kakak sulungku. Di lain hari aku terpaksa mengintipnya dari balik tembok saat dia tiba-tiba muncul untuk menangkap kelinci Bapak yang lepas dari kandang, Bapak saat itu sedang pergi dan Kakak entah di mana, pokoknya cuma dia laki-laki yang ada di rumah.

Kekagumanku sebatas itu hingga suatu hari kami berpapasan di SMA. Aku sudah mencoba bersembunyi di balik badan teman, namun dia justru memanggil. Eh, tahu dari mana yah namaku? Terpaksa aku berhenti dan mengangguk canggung. Perlahan dia menghampiri dan jantungku berdegub tak beraturan. Genggaman tanganku mencengkram erat jemari teman, takut kalau-kalau dia pergi dan membiarkanku sendirian dalam situasi ini.

Dengan senyum yang membuatku tak berkutik dia menyerahkan sebuah buku, "Ini dibaca yah, minggu depan aku ambil ke rumah. Ingat, itu pinjam lo."

Semua berlalu dengan cepat dan temanku melongo sesaat setelah dia menghilang dari balik parkiran motor.

"Kok bisa kenal?" (Baiklah, temanku termasuk adik kelas yang panas dingin jika bertemu dengan kakak kelas yang seorang aktifis, hmmm)

Aku masih belum bisa berbicara. Rasanya pengen cepat-cepat ke kelas dan melihat buku yang dipinjamkan.

Oiya, kenapa aku bersikap seperti itu? Kakak sulungku akan bersikap dingin jika aku dekat-dekat dengan laki-laki. Aku tidak mau mendapat perlakuan seperti itu makannya lebih baik bersikap tak peduli daripada kehilangan perhatian kakak, kan? Pengen protes sebenarnya, harusnya kakak tidak mengajak pulang laki-laki ke rumah dong. Hmmm, merepotkan.

Aku terkikik geli melihat history messenger yang tata bahasanya sangat berlebihan. Yah, ternyata aku bisa alay juga ya. Menulis satu kata dengan banyak huruf mubadzir, alay beut deuh.

Menjelang kelulusan tak ada kabar berita hingga aku lupa rasa debar yang pernah menjalar.

Sekarang, setelah sembilan tahun berlalu dan dia kembali. Aku harus bagaimana?

Kakak... lihatlah. Bagaimana susah payah adik perempuanmu ini menjaga diri.

Kemudian aku tersadar. Ini sudah tengah malam. Untuk apa aku berkomunikasi dengan laki-laki asing di waktu yang tidak wajar?

Kuputuskan untuk tidak menjawabnya. Kemudian mencoba untuk memejamkan mata. Nihil. Aku masih tak ingin tidur.

Terngiang pesan ustadzah tadi siang. Salah satu cara wanita menjaga diri adalah dengan tidak membuat laki-laki jatuh cinta padanya (terlebih untuk yang sudah bersuami).

Baiklah. Jangan memancing.

Kakak... tolong doakan agar kelak tidak merepotkan suamiku karena secara sadar atau tidak telah membuat laki-laki lain jatuh cinta padaku.

Doakan aku di multazam, di kota suci Mekah yang tak lama lagi segera kau kunjungi. Tak henti lantunan doa mengiringi langkahmu menuju panggilan-Nya.

Susahnya Mencapai Khusyuk Dalam Shalat

Alhamdulillah masih inget sama janji buat nulis pengalaman shalat jamak yah, hhii. Sebenernya bukan karena lupa sih tapi lebih ke males aja, duh jangan ditiru.

Shalat adalah ibadah penting, tiang agama yang akan dihisab pertama kali. Itulah sebab kenapa Nabi SAW mewanti-wanti umatnya untuk menghadirkan hati ketika mendirikan shalat. Masalahnya kita ini jangankan shalat, suruh baca buku aja susah fokus, betul? Eh apa cuma aku aja?

Teringat kisah tentang sahabat Nabi SAW, Ali bin Abi Thalib saat diuji shalatnya. Beliau menjanjikan akan memberikan sorban jika Ali ra berhasil khusuk dalam shalatnya, boleh memilih warna biru atau merah. Nah, Ali ra menjalankan shalat dengan khusyuk, menurutnya. Lalu setelah selesai segera ia menyebut salah satu warna sorban karena yakin lolos dari tantangan Nabi SAW.

Apa kata Nabi SAW?

Ternyata Ali ra belum khusyuk dalam shalatnya sebab masih memikirkan hal lain, ini terlihat jelas saat Ali ra sudah memutuskan sorban apa yang hendak dipilihnya.

Siapa yang meragukan keimanan Ali ra? Jika Ali ra saja masih belum sepenuhnya khusyuk dalam shalat lalu bagaimana dengan kita?

Susah memang mencapai khusyuk itu, terlebih di kepala kita masih berputar urusan duniawi yang tiada habisnya. Seperti pengalaman yang belum lama ini.

Sekitar pukul 18.00 WIB aku sudah bersiap di dalam mushola stasiun, hendak menjalankan shalat magrib, tenang saja sebab jadwal kereta masih pukul 18.30 WIB. Namun tetiba ketenanganku terusik ketika terdengar dari pengeras suara bahwa kereta yang akan membawaku ke Jakarta sudah tiba di stasiun. Bersamaan dengan itu iqamat dikumandangkan dengan cepat. Ingin hati shalat munfarid namun apa daya sudah berada di tengah shaf makmum yang saling berdempet di dalam mushala kecil ini.

Alhamdulillah, imam membaca surat pendek seolah mengerti keadaan hati kami yang tidak tenang. Di dalam otak aku sudah menyusun rencana sehabis magrib segera masuk gerbong. Shalat isyanya bagaimana? Nanti gampang lah bisa di dalam gerbong atau di stasiun tujuan, sebab jadwal tiba belum menemui waktu shalat subuh.

Namun yang akhirnya tidak seperti itu. Tak lama usai salam imam segera beranjak berdiri kembali, ahh pasti ini jamak shalat isya. Baiklah, semoga tidak lama-lama, hatiku sudah tak tenang mengingat waktu yang cukup lama berlalu sejak pengumuman dari pengeras suara terdengar. Alhamdulillah ternyata imam meng-qashar shalat isya. Menjadikan yang empat dua. Segera, tak ada dzikir, tak ada doa, aku beranjak memasuki gerbong kereta.

Taraaa....

Kereta berangkat sesuai jadwal yang tertera. Memang datang lebih awal namun menunggu di stasiun hingga tiba saatnya untuk kembali berangkat.

Aku? Maluu... Astaghfirullahal 'adzim... ampuni hamba Ya Allah.

Bagaimana tentang pahala shalatku tadi? Wallahu 'alam.

Sebenarnya lebih banyak hal lagi yang aku pikirkan sedari shalat tadi, seperti tuntutan kepada pihak KAI jika sampai aku ketinggalan kereta karena tidak sesuai jadwal.

Baiklah, banyak hal yang bisa diambil pelajaran dari setiap pengalaman. Terharu aku terhadap imam shalat, aku berfikir mungkin beliau juga salah satu penumpang kereta yang menunggu waktu keberangkatan. Beliau memahami betul tentang syariat islam yang memberikan keringanan bagi musafir untuk mendirikan shalat wajib. Aturan menjamak dan mengqashar shalat juga surat-surat pendek yang menjadi pilihan.

Dan ... sombongnya aku yang berlalu begitu saja, meninggalkan tempat sujud tanpa lebih dulu meminta perlindungan dari Yang Maha Kuasa. Terlupa bahwa sembilan jam perjalanan berada dalam genggaman-Nya.

Tak boleh terlena, ini menjelaskan tentang ilmu yang belum seberapa, saatnya menyadari untuk terus mempelajari, syariat-syariat islam itu mudah dan dengan berpegang teguh padanya ketenangan juga kenyamanan baru akan didapat.

"Sesungguhnya seseorang ketika selesai dari shalatnya hanya tercatat baginya sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, separuh dari shalatnya." [HR. Abu Daud no. 796 dan Ahmad (4/321), dari 'Ammar bin Yasir. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadist ini hasan.]

Domain Authority Anjlok, Tetap Semangat Menuliskah

Aku baru bangun tidur kala pesan dengan namamu muncul, pemberitahuan tentang anjloknya DA. Iya, Domain Authority memegang pengaruh penting untuk blogger. Menaikkan DA itu butuh perjuangan, terlebih DA menjadi acuan sebuah perusahaan/instansi untuk mengajak kita kerjasama.

Kaget? Jelas dong. Sebagai blogger pemula tentu kenaikan DA menjadi penyemangat tersendiri, ada batas minimum dimana kita bisa bergabung untuk mendapatkatkan project yang menghasilkan. Yah, meningkatkan DA itu perjuangan loh. Dan sekarang ketika target sudah di depan mata tetiba anjlok?

Hhii... aku sih kalem. Jujur sedih, kecewa, kesel itu pasti. Bayangin dari DA 17 ke 9? Wkwkwk, itulah kenapa anjlok sebab turunnya ga main-main, terjun bebas, hhaa.

Kenapa masih kalem? Sebab belum menjadi fulltime blogger, yah maunya sih gitu nantinya. Nanti bukan sekarang loh ya. Perjalanan panjang untuk bisa sampai tahap tersebut. Masih merintis dan belum fokus duh.

Oiya sebenernya ada lagi yang bikin tenang, dia yang mengajariku banyak hal tentang dunia blogging justru malah memberikan semangat. Padahal mah sama eh engga justru mirisan dia, dari DA 21 anjlok ke 10. Sabar yah pak guru.

"Masih semangat nulis kan?"

Pertanyaannya mengejutkanku, membawaku kembali kepada niat awal memutuskan menjadi blogger. Nulis untuk apa?

Kadang memang mudah berbelok arah dari niat awal ketika dihadapkan pada nominal. Sekarang jika seperti ini kejadiannya, mau gimana?

Aku tersenyum, belum menjawab pertanyaannya. Masih menata hati, kembali intropeksi diri.

Tulisan ini hadir sebenarnya bukan untuk mengatakan pada dunia bahwa aku baik-baik saja, tidak sepenuhnya. Lebih dari itu, ada dorongan untuk menyemangati diri bahwa niat yang semula dibangun harus tetap berada pada jalurnya.

Baiklah, wahai diri tetaplah menulis, jagalah semangat untuk terus berbagi dan memberi arti.

Uniknya Wanita Menyambut Bulan Ramadhan

Sekitar dua bulan lagi kita akan bertemu dengan bulan ramadhan, Insya Allah. Ada yang begitu merindu hadirnya namun tak sedikit yang hanya sebatas ucapan semata, tak tulus lahir dari lubuk hati, yah baiklah tak perlu menghakimi mari intropeksi.

Wanita adalah makhluk unik yang tiada habis untuk diperbincangkan. Terlebih wanita mendapatkan keistimewaan dari Tuhan dengan datangnya tamu bulanan. Iyup, inilah yang menjadikan wanita melakukan hal "aneh" yang tidak diduga oleh pria dalam rangka menyambut datangnya bulan suci. Apa saja?

1. Mencari teman untuk membayar hutang puasa.

Hampir setiap wanita pasti memiliki hutang puasa disebabkan karena siklus bulanan tersebut, rentang waktu antara satu dengan lainnya tidak selalu sama. Beruntung jika hanya bolong sehari namun harus berlapang dada apabila tamu datang di awal dan akhir bulan ramadhan.

Biasanya para wanita teringat akan hutang-hutang puasanya menjelang bulan ramadhan di tahun berikutnya, nah tantangan untuk membayar hutang puasa di hari-hari biasa sangat berat untuk itulah mereka membutuhkan teman yang juga memiliki misi yang sama.

2. Mencari teman dengan masa menstruasi yang berdekatan

Siklus bulanan wanita memang berubah-ubah, banyak faktor yang mempengaruhinya namun biasanya tidak signifikan, hanya lebih cepat atau lebih lambat beberapa hari. Nah, menjelang bulan puasa beberapa wanita mulai mengamati siklus bulanan teman wanita lainnya. Tujuannya? Yah, tentu untuk menjadi partner makan siang kelak, hhee.

3. Dekat-dekat dengan teman sholehah

Datangnya bulan puasa mengetuk hati nurani setiap manusia terlebih wanita yang mengedepankan perasaan. Kadar keimanan naik dan tersadar akan besarnya kesempatan meraup pahala di bulan penuh berkah ini, karenanya mencari teman untuk menjaga iman tetap membara sangatlah penting. Betapa ia tahu bahwa waktu sebulan itu singkat dan merugi jika disia-siakan.

Beruntung bisa khatam Al-Qur'an, nambah hafalan, menghadiri majelis taklim, atau bahkan ikut itikaf. Terlebih bisa melanjutkan berpuasa 6 hari dibulan syawal dilanjut dengan membayar hutang puasa yang bolong di bulan ramadhan. Wahh, pasti plong deh ga punya tamggungan puasa untuk menyambut bulan ramadhan tahun depan.

Masih banyak lagi hal yang biasa dilakukan untuk menyambut bulan puasa. Apa pun itu memang sebaiknya semua direncakan agar tak terlewati begitu saja. Jangan lupa persiapkan mental, yuk mulai sekarang belajar sabar-mengatur emosi-, marah-marah memang tidak membatalkan puasa tapi sayang banget kan kalau puasa kita sekadar menahan haus dan lapar tanpa membekas dan mendapat pahala?

😊

Minder jadi Cah Klaten

Klaten adalah sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang diapit oleh dua kota besar, Solo dan Yogyakarta, seringkali Kota Bersinar ini hanya dianggap pelengkap sebab tak segemilang potensi dua kota lainnya.

Aku? Ya, cah klaten. 

Jujur, minder tenyata hidup diantara hamparan sawah yang luas ini. Dulu sewaktu masih sekolah di bangku SMA, ada kakak dari Universitas Negeri Yogyakarta yang sedang melakukan PPL-KKN. Sebagai anggota Osis yang sering berinteraksi dengan mereka maka sedikit banyak aku menjadi local tour guide juga.

"Yuk, nonton bioskop."

Aku diam sejenak menanggapi ajakan mereka.

"Eh, di Klaten ada bioskop ga sih?"

Yupp, itulah alasan kenapa aku diam. Sampai tulisan ini dibuatpun tidak ada tanda-tanda bahwa Klaten hendak mendirikan gedung bioskop.

Sempat tersenyum sih saat ada beberapa yang mengatakan bahwa Klaten adalah gudangnya beras. Beras Delanggu sangat terkenal pulen, wangi dan enak rasanya. Yah, itu aja yang berulang kali mereka utarakan untuk membesarkan hatiku.

Apa iya ini yang membuat beberapa teman memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke kota tetangga? Apa benar Klaten tidak punya apa-apa untuk dibanggakan selain berasnya?

Oh ya ketika sudah lulus sekolah dan pergi ke luar kota, beberapa orang pun kebingungan ketika aku menyebut Klaten sebagai kota asal. Mereka baru mengangguk paham ketika mendengar penjelasan bahwa kota tersebut dekat dengan Solo. Heeemm...

Waktu berlalu, aku masih setia di kota ini. Hingga kesibukan menenggelamkanku tentang eksistensi Klaten. Ahh, untuk apa lagi mempermasalahkannya. 

Lalu beberapa kesempatan membuatku tersadar. Kegiatan nasional maupun internasional yang seringkali diselenggarakan di Solo dan Yogya bisa dengan mudah aku datangi. Yaaa, aku berada di tengah kan? tak terlalu jauh untuk ke utara atau pergi ke selatan.

Mungkin Klaten belum siap untuk menjadi tuan rumah banyak acara besar. Biarlah tetap begitu. Tetaplah menjadi kota yang menawarkan kedamaian dengan berbagai macam pilihan wisata alamnya. Kini, siapa tak kenal Umbul Ponggok, Janti-kawasan makan pecel lele-? Candi Plaosan, Candi Prambanan, Candi Ijo? Masjid Al-Aqsha Klaten? Bukit kapur jimbung? Dan masih banyak lagi yang aku sendiri kewalahan dalam mengingatnya.

Tetaplah menjadi tempat pulang bagi jiwa-jiwa yang rindu aroma batang padi, mata yang mampu memandang pelangi tanpa terhalang, kucuran air dari sumber aslinya juga hangat nasi dari butir padi terbaik.

Haru menyeruak. Kelak jika aku pergi, tentu akan sangat rindu. Maafkan sempat meremehkanmu, Klaten tetap di hati, menyinari hari-hari dengan jargon kotanya, Bersinar, Bersih Sehat Indah Nyaman Aman Rapi.




Tips Ampuh Menurunkan Kolesterol Mudah dan Sederhana

Meskipun sejatinya tidak ada yang instan, tapi faktanya kolesterol adalah penyakit yang bisa kita obati dengan tips sederhana. Cara men...