apa

Kolestrol Turun dengan Mengatur Kebiasaan Sehari-hari



Penyakit merupakan suatu hal yang dihindari oleh setiap orang. Sebab, kesehatan merupakan suatu nikmat yang tak terkira dan bisa membuat kita bahagia setiap harinya. Tapi, sayangnya tidak selamanya kita berada dalam kondisi kesehatan terbaik. Sebab, berbagai penyakit bisa saja menyerang tubuh seperti kolestrol.

Kolestrol umumnya hadir karena kebiasaan kita sehari-hari yang kurang baik. Hadirnya kolestrol perlu diwaspadai agar tidak mengganggu sistem kerja tubuh kita. Selain itu, kolestrol juga bisa diturunkan dengan melakukan beberapa cara menurunkan kolesterol berikut ini.

1. Menurunkan berat badan
Tahukah Anda bahwa orang dengan tubuh yang terlalu gemuk memiliki potensi kolestrol yang lebih tinggi? Ya, orang yang lebih gemuk cenderung mudah terkena kolestrol karena kandungan lemak yang ada dalam tubuhnya. Sebab, lemak dapat berubah menjadi kolestrol jahat yang akan menyerang tubuh Anda.
Agar dapat mencegah dan menurunkan kadar kolestrol dalam tubuh, Anda perlu menurunkan berat badan Anda secara perlahan. Menurunkan berat badan berarti mengurangi kadar lemak dan kolestrol yang ada dalam tubuh Anda. Caranya, Anda bisa melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga secara lebih rutin. Anda juga bisa mengurangi konsumsi makanan terutama makanan yang berlemak agar dapat mendukung upaya penurunan berat badan agar lebih efektif. Ketahui juga resep diet lainnya yang sesuai dengan kemampuan Anda serta telah berhasil membantu banyak orang dalam menurunkan berat badannya.

2. Stop merokok
Apakah Anda merupakan seorang perokok aktif? Jika Anda merupakan seorang per
 okok aktif, maka sebaiknya mulailah berusaha untuk mengurangi dan berhenti merokok setiap harinya. Sebab, dengan merokok setiap harinya, maka secara tidak langsung Anda sedang menaikkan kadar kolestrol dalam tubuh Anda secara perlahan. Hal ini tak lepas dari kandungan dalam rokok itu sendiri yang bisa memacu kadar kolestrol dalam tubuh hingga meningkat tajam. Agar kolestrol dalam tubuh tetap terjaga, maka sebaiknya hentikan kebiasaan merokok sekarang juga karena selain kolestrol berbagai penyakit lainnya juga berpotensi hadir saat Anda memiliki kebiasaan merokok. 

Kesehatan merupakan aset penting, sudah selayaknya kita menjaganya sebagai rasa syukur kepada Allah Ta’ala yang telah memberikan hidup. Gaya hidup sehat dimulai dari diri sendiri yang perlahan dapat pula memengaruhi orang-orang sekitar. Tubuh yang sehat tentu akan semangat dalam menebar manfaat, setuju?

Prasangka



Ekor mataku tak lepas sedikitpun dari sosok di samping jenazah itu, matanya sembab, seluruh wajahnya bengkak, tak ada air mata namun sesekali ia masih sesunggukan. Ahh, mana aku tahu kemana larinya air mata itu, mungkin saja sudah ia habiskan tadi saat keluarga jenazah datang untuk merelakan anggota keluarga mereka pergi dan tak kembali untuk selamanya.

Selendang hitam menutup  rambut panjangnya yang digelung, terusan hitam sempurna menandakan kesedihan yang mendalam. Ya, ya, mungkin semua mata akan tertipu tapi aku tidak, tidak sepolos itu menilai ia.

Satu persatu pelayat datang menyalami, orang yang kenal dekat bahkan memberikan pelukan sebagai simbol menyalurkan ketabahan dari peristiwa duka cita ini. Aku mulai bosan melihat ia yang kian mahir bersandiwara.

Ahh, mataku sepat melihat pemandangan yang sedari pagi didominasi olehnya, seketika aku melirik jenazah yang dikerubungi sanak saudara kemudian lama tertegun. Tunggu. Kenapa tak ada perubahan? Jangan-jangan. Aku menarik napas perlahan, kini bola mataku meloncat ke dua arah, jenazah dan ia-wanita paruh baya itu.

Sebentar. Ada yang tidak beres.

Aku mendekati jenazah, memastikannya berulang kali, tak peduli tatapan mata yang menaruh curiga, justru aku sedang melawan rasa curigaku sendiri saat ini.

Kembali melakukan tatapan mendalam kepada wanita itu, raut wajahnya tak berubah, masih sama dengan mata sembab dan wajah yang bengkak, arrrggg, susah memutuskan jika hanya melihat. Maka aku mendekatinya, meraba tangannya, aiihh, ini hanya dalih menuntaskan segala hal janggal yang terlihat mata.

Apa iya aku sudah tertipu?

"Bu, apa Bapak sungguh sakit?"

Wanita itu menatapku, berkedip, lalu diam.

Aduuuhhh, aku tak bisa mengambil keputusan jika ia hanya diam.

Pikiranku melayang ketika satu desa gempar sebab Bapak pulang dengan wanita muda berbadan dua. Wanita itu marah besar merasa dikhianati, namun Bapak bersikeras membiarkan wanita muda itu tinggal di rumah. Malangnya wanita muda itu meninggal sesaat setelah ia melahirkan bayi perempuan mungil yang dengan sangat terpaksa di asuh oleh wanita itu.

Tak berselang lama, Bapak mendapat musibah jatuh dari pohon kelapa, kakinya lumpuh. Atas kejadian ini seluruh warga desa menganggap Bapak mendapat karma karena telah menyakiti istrinya dan simpati yang berlebihan diberikan kepada wanita itu yang dengan sukarela merawat Bapak juga bayi mungil tak tahu apa-apa. Hari demi hari Bapak tak ada perubahan justru beliau hanya bisa berbaring, separuh badannya ikut lumpuh. Dua belas tahun Bapak menjalani hidup di atas ranjang dengan kasih sayang istri yang telah dikhianatinya.

Cukuuuuuuup. Biar warga desa saja yang tertipu, aku tidak mau ikut bodoh seperti mereka. Kenapa tidak ada yang berpikir bahwa wanita yang mereka anggap berhati malaikat itu ternyata iblis? Bukankah sangat mudah membalaskan dendam sakit hati dengan kedekatan yang tiada sekat ini? Aku tahu dengan benar memang wanita itu rutin memberikan obat untuk Bapak, namun siapa yang bisa menduga apakah pil yang ia berikan benar obat? Kenapa Bapak tak kunjung sembuh?

Hhaaa, maaf aku tak mudah tertipu.

"Bu..." aku mencoba meminta penjelasan.

Arah mata wanita itu menuju kamar Bapak, eh apa ia sedang memberikan isyarat padaku? Maka segera aku bangkit dan menuju kamar Bapak. Tak ada beda, sama seperti hari-hari lalu, ahhh, aku dikerjain.

Aku duduk di tepi ranjang, memainkan tepian seprai yang terjuntai, memasukkannya ke bawah kasur agar rapi. lalu tanganku menyentuh sesuatu.

Apa ini?

Ratusan pil tersebar di bawah ranjang. Terungkap semua segala prasangka. Aku menghambur memeluk wanita itu, bahunya ikut terguncang dan lelehan air mata keluar membasahi wajah bengkaknya.

Bapak tak pernah meminum obat yang wanita itu berikan, semua pil yang ia masukkan ke dalam mulut dimuntahkan kembali. Itulah kenapa tubuh Bapak yang kini terbujur kaku tetap kurus kering tidak seperti tubuh yang akan menggembung ketika banyak obat dikonsumsi selama hidupnya.

Kenapa, Pak? Kenapa? Kenapa tak bisa percaya kepada wanita yang meski hatinya tersakiti namun tetap setia melayani?

Cinta seperti apa yang Ibu punya, Bu? 


Kolestrol Turun dengan Mengatur Kebiasaan Sehari-hari

Penyakit merupakan suatu hal yang dihindari oleh setiap orang. Sebab, kesehatan merupakan suatu nikmat yang tak terkira dan bisa membu...