apa

Kunci menuju Dunia Terra



Aku sedang berada di taman bunga, membaca kisah cinta Putri Ratana dengan Sang Penyihir, Odyss. Tidak... aku sedang tidak ada dibumi, aku ada di benua mengantung Kerajaan Aetheral. Hingga tiba-tiba ada yang menodongkan senjatanya tepat di depan mukaku.




Tubuhnya memang tak lebih tinggi dariku, namun jelas tak bisa kutafsir berapa usianya. Kau tahu bukan seluruh keturunan Raja Rhael dianugrahi keabadian berkat kekuatan dalam kristal oleh Odyss.

"Siapa kau?," tanyanya

"Aaa... aa.. kuu, manusia," gugup, takut jawabanku menyulut perang.

"Manusia? jelaskan dari bangsa mana kau berasal? Welssian, Sancaryan, atau Naucaa?"

Aku terkekeh, jelas ia tak dapat menerka dari mana aku berasal, perbedaan dari ketiga bangsa tersebut hanya dapat terlihat dari warna kulit dan warna rambut.

"Katakan cepat"

"Aku manusia dari bumi"

"Bumi? lalu bagaimana bisa kau masuk ke Dunia Terra?"

Ragu aku menjawab, "Seingatku aku sedang membaca sebuah buku dan kau menemukanku"

"Buku?"

"Mari kutunjukkan agar kau percaya"





Kubuka halaman dimana Maister Larg berhasil menemukan sebuah relik purbakala, sebongkah kristal berukuran sebesar rumah yang memancarkan kekuatan magis luar biasa. Aku masih belum bisa menduga, makhluk yang bersamaku sekarang memihak pada kubu siapa.

"Baiklah aku percaya"



Setelah mengucapkan kalimat tersebut, dia menghilang dalam sekejap. Maka kulanjutkan saja dengan melihat bunga yang mekar di taman ini, membandingkannya dengan bunga di bumi. Tak jauh berbeda, setiap bunga memiliki daya tarik bagi yang memandangnya, elok dengan beragam warnanya, memikat dengan berbagai bentuknya.




Dia datang lagi, selalu tiba-tiba. Menyerahkan sekuntum bunga kuning. Kali ini dengan malu-malu.

"Kau berhak menjadi bagian dari istana sekarang"

Mulutku menganga, tak seharusnya aku mendapatkan kehormatan seperti ini.

Dan inilah keluarga baruku, takjub akhirnya menjadi salah satu bagian dari Kerajaan Aetheral.





Sumber : Ther Melian Anthology


9 comments:

Yuk sampaikan dengan santun :D

Insto Dry Eyes : Teman Kerja Sehari-hari

Bekerja di depan komputer adalah hal biasa untuk sebagian besar orang di zaman digital seperti ini, bahkan mereka bisa tidak beranjak dari t...