Takdir yang Berbeda


"Aku dah sampe nih, kalian di mana?"

"Kena lampu merah, udah di depan kampus."

Pandanganku mengedar, halaman depan universitas mulai dipenuhi kendaraan lalu satu dua orang turun dan langsung menuju spot terbaik untuk mengabadikan moment ini. Ahh, mudah ditebak. Mereka keluarga yang mengantar satu anggotanya untuk menimba ilmu di tanah rantau.

Mimpiku dulu juga begitu, ingin merasakan menjadi salah satu orang yang duduk di bangku kelas di universitas ini namun baiklah takdir membawaku ke pilihan yang lebih baik.

Kembali aku melirik jam tangan, tak ada berita mereka sampai, katanya sebentar lagi.

"Di mana sih?"

Selesai aku mengetik satu orang muncul dengan cengiran lebarnya, "Baaa..."

"Dih.. sejak kapan sampai?"

"Dari tadi tapi asyik ngliat kamu kayak orang ilang sendirian."

Aku bersungut, "Yang lain mana?"

"Masuk tadi, ga tau ambil apa."

Temanku ini juga bukan dari univertas tempat kami berdiri sekarang, entah pernahkan ia bermimpi sama sepertiku. Tak lama dari dalam universitas keluar dua orang berboncengan menuju kami, nah merekalah mahasiswa sebenarnya universitas ini.

"Bagaimana rasanya kuliah di universitas ini?"

"Pusing, ganti judul lagi, hhaa."

Jawabannya membuatku sadar, bagaimana bisa mereka membandingkan sesuatu yang tidak ada pembandingnya? Aku tersenyum. Ada hal lebih baik di dunia ini ketimbang berdebat akan sebuah posisi dan kesempatan milik orang lain.

"Yuk berangkat."

Kami berjalan beriringan, takdir Tuhan mempertemukan kami tak perduli dengan latar belakang juga banyak perbedaan. Keberagaman menjadi bukti tentang betapa kuasanya Tuhan. Hidup tak akan berhenti hanya karena satu mimpimu gagal, bukan?

😃😃

2 comments:

  1. Pura2 aja jadi mahasiswa situ, ala uncle 😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah sering masuk sekarang mas ian, hhaa
      *penyusup saya

      Delete

Yuk sampaikan dengan santun :D