apa

Bermain Peran

Rina sedang menuangkan teh ke dalam cangkir kecil yang terbuat dari keramik. Di hadapannya Tiara mengulum senyum pada teman sekolahnya itu.

"Ayo silahkan diminum tehnya," lembut suara Rina mempersilahkan tamunya.

Tak perlu disuruh dia kali, tangan kanan Tiara mengayun dan mengangkat cangkir kecil tersebut, menyeruputnya perlahan lalu mencecap seperti merasakan kandungan gula yang berpadu dengan sepatnya daun teh.

"Enak sekali teh ini, pandai sekali kau membuatnya."

Basa-basi dua kawan lama itu terhenti tiba-tiba saat dari ruangan dalam muncul sesosok pemuda yang tegap badannya, ukurannya dua kali lipat dari mereka. Tak ada pilihan lain keduanya menjerit meminta pertolongan.

"Danuuuuuu... jangan ganggu adik-adikmu bermain."

Suara ibu melengking meski tak tampak wujudnya, menjadi akhir dari jeritan yang berarti kemenangan. Danu, pemuda belasan tahun itu menghela napas panjang lalu bergumam pada tembok putih di sampingnya, aku kan juga ingin ikut bermain "peran".

2 comments:

  1. Danu, apa peranmu jika ingin ikut bermain peran? 🙂🙂

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi temannya juga mungkin ustad, hhii

      Delete

Yuk sampaikan dengan santun :D

Kata Tuhanku

Ada manusia yang sedang merasa tersudut, segala usaha untuk mencari solusi terbentur keadaan, tak ada jalan lain kecuali meminta pertolon...