Jam Tidur Penulis yang Tergadaikan (self editing)

Untuk menjalankan tugas KMO tentang self editing maka saya tulis ulang tulisan yang akan saya edit.

Awal tahun ini sejak saya bertekad untuk serius terjun dalam dunia literasi semua berubah aneh.

Edit 1 >> Semua berubah aneh sejak saya bertekad untuk terjun dalam dunia literasi di awal tahun ini dengan serius.

Niat itu sebatas dalam hati, namun waktu perlahan mengajak mulut untuk mengucapkannya. Tidak percaya diri merupakan ciri kelemahan berdampingan dengan ketidakyakinan akan kemampuan diri. Ini berbahaya.

Edit 2 >> harus pilih salah satu, memakai tanda "," atau kata "namun". Setelah kata hati tanda "," dihilangkan.

Edit 3 >> setelah kata kelemahan seharusnya diberi tanda ","
Tuhan itu baik, Maha Baik. Saya “dicemplungkan” ke dalam kumpulan manusia yang memiliki visi dan misi yang sama.

Edit 4 >> yang memiliki diganti "dengan"

Bergandengan tangan membangun cita-cita dengan mempertahankan semangat yang sering kali timbul tenggelam.

Edit 5 >> Bergandengan tangan mempertahankan semangat yang sering kali timbul tenggelam guna membangun cita-cita bersama.
Tindakan setelah itu mulailah mengikuti sosial media para penulis ternama, membaca karya-karya luar biasa mereka. Ahh.... saya harus meniru agar suksesnya juga menular, aamiin.
Melongo. Fakta yang terkumpul benar-benar membuat saya menepis jauh anggapan bahwa penulis itu enak, kan cuma tinggal menulis. Enak saja, memang mau menulis apa? Menulis rutinitas monoton yang itu-itu saja, hah? Bertahan berapa lama? Sayangnya, seringkali pembaca menginginkan selipan pesan penuh makna dari buku yang mereka baca, dibalut indah bertabur diksi.
Ada yang mau alasan sibuk? Tidak punya waktu? Masalah umum yang menjamur ini mah, hhaaa... upss maaf keceplosan. Penulis best seller seperti Andrea Hirata, Dee Lestari, Tere Liye memiliki jadwal road show yang padat merayap. Asma Nadia? Beliau malah jalan-jalan ke luar negeri tuh, mengontrol syuting film dari novel karyanya dan tetap produktif.
Manajemen waktu menjadi kunci seorang penulis untuk menghasilkan karya yang luar biasa. Tapi, mari berpikir.. ngapain coba mereka repot-repot begadang, belajar, membaca buku, riset? Mending tidur nyenyak di atas kasur empuk dengan selimut hangat.

Edit 6 >> Seharusnya tidak perlu pakai ",". Menjadi : Tapi mari berpikir.

Edit 7 >> Tapi, mari berpikir.. Menjadi : Tapi mari berpikir, (kasih tanda "," setelah kata berpikir)
Pembaca setia mereka paham bahwa karya mereka mampu melembutkan kerasnya hati, mendidik setiap insan yang ingin belajar, juga begitu menginspirasi.

Edit 8 >> Penggunaan kata "mereka" terlalu banyak. Kata "mereka' yang pertama dihapuskan. Menjadi : Pembaca setia paham bahwa karya mereka mampu melembutkan kerasnya hati, mendidik setiap insan yang ingin belajar, juga begitu menginspirasi.
Saya sebagai manusia papa di bumi ini sudah cukup nelangsa, jelas tak ingin merana pula di akhirat kelak. Rugi benar. Semoga Tuhan menilai karya saya sebagai amal jariyah hingga Dia memberikan kasih sayang-Nya dan mengijinkan hamba tinggal di surga-Nya, aamiin.
Inilah alasan saya ingin menjadi seorang penulis best seller.


 Edit Keseluruhan >>
9.  Jarak antar kata sudah satu spasi namun karena pengaturan "justify" maka terlihat tidak sama jarak antar kata.
10. Kata asing seharusnya di tulis miring/bold
    contoh : road show


Http://www.ernawatililys.com/

#KMOIndonesia
Ciani Limaran
Haloo... selamat bertualang bersama memo-memo yang tersaji dari sudut pandang seorang muslimah.

Related Posts

Posting Komentar