Dulunya kami teman

7 komentar


Malam ini... Waktu yang sama yang selalu kami gunakan untuk saling bertukar sapa sebelum masing-masing kembali keperaduannya.

Dia hadir kembali, seperti biasanya membalas status atau gambar bbm yang barusaja ku ganti. Kami masih memiliki kontak, mesti tak seberguna dulu. Tapi setidaknya meski dalam diam informasi dari yang diseberang bisa dimengerti. Aku sudah lama membiarkan semuanya berlalu, mencoba adil dan bertanggung jawab, namun masih berharap dia tak menghapus kontak ku agar aku bisa mengetahui keadaannya. Entah dengan dia.

Kami dipertemukan dengan baik-baik oleh deburan ombak, berjalan bersama dalam keanekaragaman budaya, didekatkan oleh semilir angin pegunungan dan akirnya dia menjauh karena sore itu ombak membuka tabir keaslianku. Salahku ? Ini yang masih sulit kupahami hingga kini.

Kuingatkan dia akan wanita yg kini berada disampingnya, mesti gembira hati ini saat ia melontarkan kekaguman alam semesta akan hadirnya aku. Kunasehati dia untuk berjuang dengan pilihannya sekarang, walau sesungguhnya nasehat itu kutujukan pada hatiku.

Sekali lagi, aku bisa apa ?

Sudahlah... Tak ada waktu yang disisakan untuk seseorang yang tidak cukup mampu berjuang untuk ku. Beginilah aku dengan segala hal yang menurutnya terlalu berlebihan.

Senang Tuhan telah memberikan kesempatan pada waktu yang sempat kita habiskan bersama. Untukmu yang disana, jaga dia, perjuangkan dia, pahami kekurangannya, dan kumohon jangan lagi membandingkannya denganku.
Ciani Limaran
Haloo... selamat bertualang bersama memo-memo yang tersaji dari sudut pandang seorang muslimah.

Related Posts

There is no other posts in this category.

7 komentar

  1. Wah... ini tulisannya bikin baper. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkek... Pdhl yg nulis ga baper *tapiboong

      Hapus
  2. Aku jadi sedih bacanya.. nyesek..😢

    BalasHapus
    Balasan
    1. *siapin tisuue

      Btw, thanks anyway selalu mampir, siapkan karpet merah menyambut hadirku, wkwkwk

      Hapus
  3. Wuahhh... Baperrr... banyak nich kasus kayak gini

    BalasHapus
  4. Jadi inget.. menyesakkan dada *usapmata*

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email