Bukan jamannya sedia payung sebelum hujan

Apa gunanya payung ? Biar ga keujanan ? Wahh... Anda benar.

Masih bergunakah di jaman dimana berjejal derungan mesin menunggu perubahan lampu lalu lintas ? Dan sahutan bunyi klakson melengking kala sinar orange menampakan pesonanya ?

Emm.. Apa ya maksudnya ?

Memang nya mau maksa pakai payung waktu naik motor ? Boleh sih dicoba, mungkin bisa lebih cepat tergantung hembusan angin (baca:terbang), tapi tidak ada jaminan sampai di tempat tujuan (kan ga ada kemudinya). Jika keukeuh baiklah, tetap memakai payung di atas kendali motor dengan kecepatan dibawah 20 km/jam. Insha Allah akan sampai ditempat tujuan dengan kuyup.

Teruss ??

Jelas payung tak berguna utk pengendara motor, bagaimana dengan pejalan kaki ? Tidak nye-style kan kalau harus pake mantol, dikira astronut frustasi yang lagi merenungi nasib dibawah rintik hujan karena gagal meluncur ke luar angkasa. Ya, itu pilihan. Tapi ya jangan salahkan jika dapat salam kenal dari kendaran bermotor yg melintasi genangan air.

Solusiii nyaaa ???

Dimusim hujan yg tak tentu seperti saat ini, kadang saya gemas terhadap orang2 yg sok-sokan bisa meramal cuaca dan tak acuh dengan ketidakpastian. Itu lah kenapa saya suka tidak melepas mantol mesti sudah berada di daerah kering. Tak peduli mereka melihat aneh saya atau rasa malu yg menjadi alasan terkuat bagi kebanyakan orang utk melipat mantol mereka kembali.

Ini cara saya memberi tahu orang2 yg berlawanan arah bahwa mereka akan segera bertemu dengan segarnya air yg mengucur dari langit di depan sana, tak peduli berapa kilometer lg jauhnya atau bisa juga mereka tidak akan bertemu karena hujan sudah bosan menanti mereka, tapi setidaknya ada rasa khawatir bagi mereka yg tidak siap tempur dengan membiarkan jok kosong, dan mengistirahatkan mantolnya di rumah.

Kawan.. Air hujan bisa membuat mu demam, jaga kesehatan karena mimpi dan cita-cita butuh diperjuangkan dengan raga yang sehat.

Jangan lupa cek keberadaan mantol kalian 😊

#OneDayOnePost
#AmatiranOptimis

19 comments:

  1. Aku sih suka mayungin hati aja 😉

    ReplyDelete
  2. Karena hujan 10%air 90%kenangan...
    Jadi mantel dan payung... masih melindungi yg 10% saja ..hihihihi...

    Nice post..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi, apa dong yg bisa nglindungin kenangan qt ? *upss

      Delete
  3. Aku suka payung agar hati ini tidak basah hehe

    ReplyDelete
  4. Hahaha aku mengerti perasaanmu mbak.. aku juga pernah dipandangin aneh gitu mbak karna pake jas hujan basah banget di tempat kering yang bener-bener gak ada setetes pun air jatuh..huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cup.. Cup...
      Tutup kaca helm, anggap miss universe, ketika semua mata memandang, hhaa

      Delete
  5. Ini beneran, kemarin aku baru aja mengalami hal itu mba Ciani, dari kampus hujan dan sampai jalan rumah aspalnya kering, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwk... Hore ada Temen yg ga punya malu, *upss

      Delete
  6. Hehehehe. Lucu tulisannya mba Ciani. Saya lebih suka hujan-hujanan mala. Main air gitu kan asik yah. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi tetep tutup aurat kan ?? Takutnya khilaf :D

      Delete
  7. Aku sih suka mayungin hati aja 😉

    ReplyDelete
  8. Aku minta dipayungin aja deh, hehe...

    ReplyDelete
  9. aku jadi irih kepada kalian... disini nga pernah hujan
    salam dari negeri para nabi
    salam kenal
    abdur-rahiem.blogspot.com

    ReplyDelete
  10. Sedia payung sebelum hujan. Hehehe.
    Salam kenal mbak. Sy Veniy dari grup ODOP :)

    ReplyDelete

Yuk sampaikan dengan santun :D