Menampilkan postingan dengan label Cerpen

First Solo Hiking - 4

Sepertinya usahaku untuk memblokir kontaknya berhasil, tak ada lagi komunikasi di antara kami yaaahh walau kadang rindu juga tapi buru-buru kutepis perasaan itu. Sekian waktu berlalu, aku mulai b…

Debar Melihat Istri Meregang Nyawa

3 komentar
Akhirnyaaa.... aku menghembuskan napas lega beribu kali, menghapus mata yang mulai mengembun dan menggantinya segera dengan senyum bahagia di depan para tamu undangan. Setahun sejak aku meminta ib…

Raya

Posting Komentar
Bagiku Indonesia tak ubahnya jalan raya Banyak kendaraan dengan warna, bentuk serta corak yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama Bagiku Indonesia tak ubahnya surga kecil yang  Allah cipta B…

Prasangka

2 komentar
Ekor mataku tak lepas sedikitpun dari sosok di samping jenazah itu, matanya sembab, seluruh wajahnya bengkak, tak ada air mata namun sesekali ia masih sesunggukan. Ahh, mana aku tahu kemana larinya…

Buku yang Ingin Dibacakan Kekasihku

1 komentar
"Jadi bagaimana bisa?" Aku mengawali percakapan setelah tiga ratus meter kami terdiam menahan getaran di sekujur tubuh. "Aku bilang kalau menginap di rumah teman." Renyah suaran…

2013 Terakhir Kita Bersua

Malam belum larut, mata masih terjaga namun tak ada niatan untuk melakukan sesuatu. Ahh, malam minggu pasti tak masalah jika bermalas-malasan, meringankan kinerja otak setelah sepekan harus berput…

Tolong, Jauhi Calon Suami Saya

7 komentar
"Mba saya mohon dengan sungguh, tolong jauhi calon suami saya mba. Maaf seperti memaksa sebab saya tidak bisa meminta ini darinya." ----------- Aku   melirik lelaki yang duduk di sebe…

Cinta Pada Pandangan Pertama

3 komentar
Kepalaku masih menunduk, khawatir tiara yang berada di atas kepala terjatuh jika aku banyak menoleh. Faya menyenggol bahuku untuk kesekian kalinya, aku mendongak dan tersenyum, agak canggung, cemas k…

First Solo Hiking - 3

Angin sore ini lumayan kencang, menerbangkan daun-daun kering yang berserak, debu-debu menganggu penglihatan… tapi ternyata, bukan alam saja yang sedang kacau, hatimu pun juga. “Bapak …

First Solo Hiking - 2

Aku melihatmu laksana fatamorgana di tanah datar yang disangka air oleh orang yang dahaga. Begitulah... Entah... Aku mulai sadar diri. Sering terlintas berulang kali kenangan saat pertama…

First Solo Hiking

Saat hewan malam berkuasa atas hening, nada dering khusus yang aku pasang hanya untukmu berbunyi nyaring. Sebuah alarm bagi hati yang merindu sebuah kehadiran, aku menyambar gawai dengan senyum be…

Menyelesaikan Rasa

Posting Komentar
Entah kenapa hujan selalu menjadi latar perjumpaan kita, namun aku bersyukur akan hal itu. Rintiknya mampu menyamarkan degup jantung yang berloncatan, tumbukan tetes air dengan benda padat lainny…

Selesaikan Dulu Masa Lalumu

Posting Komentar
Terakhir aku melihatnya melingkarkan cincin di jari manis seorang wanita, wajah keduanya merona, kilatan kegembiraan terpancar jelas, aura bahagia membumbung ke angkasa, lengkap sudah. Tak ada r…

Jangan Dulu Rindu Aku

Posting Komentar
"Ini hati seenaknya aja ngasih perintah." Aku tertawa mendengar ia keberatan. Lagi pula siapa yang mau ngasih perintah tapi itu kalimat berita. "Kalau kalimat berita kok akhirn…

Nikah Yuk, Ci

Posting Komentar
_Nikah yuk, Ci._ Aku melongo. Serius. Tapi melongo kece gitulah. Melongo ga keliatan giginya. _Aku yakin sama kamu saat pertama kali ketemu._ Kali ini sedikit meringis. Sudah cukup, hhee.…

Nonton Tivi

Posting Komentar
Pagi buka mata aku sudah menonton tivi, siangnya masih di depan tivi sembari menikmati makan siang buatan simbok, malam menjelang masih sibuk dengan tivi hingga terlelap pun tivi adalah hal terakhir …

Uang Saku Pacaran

Posting Komentar
Pagi ini aku masih menikmati kantuk kala Si Om, adik ipar bapak datang. Ia membawa beberapa makanan untuk sarapan dan mulai rusuh menggoda keponakannya. "Ci, pacaran sana. Tak kasih uang saku …

Romansa di Pabrik Injeksi

Posting Komentar
Aku dapat shift 2 hari ini, dan itu berarti hanya satu jam kesempatan untuk dapat berada bersamamu di ruangan yang sama. Aku suka memperhatikanmu diam-diam. Kepala yang menunduk sembari lincah tang…

Mulai Sekarang, Jangan Berharap Padaku Lagi

Posting Komentar
Seumpama aku yang tersesat dalam labirin. Setiap kelokan serupa namun justru menuju sudut-sudut, terperangkap, tak ada harap. Tuhan hadirkan engkau…

Dipinang Hafizh - 2

Posting Komentar
"Kenapa? Kenapa mau mencarikan aku?" Sesaat ia terdiam. Kutaksir sedang mengumpulkan sejuta alasan dari pertanyaanku tersebut. "Kau mau yang seperti apa?" tanyanya tenang. Aku…