Kesetaraan OYPMK dan Disabilitas di Dunia Kerja

Posting Komentar

Mimpi adalah hak semua orang tanpa terkecuali termasuk OYPMK (orang yang pernah mengalami kusta) dan penyandang disabilitas. Salah satu contohnya adalah kesetaraan dalam dunia kerja yang masih menjadi hal sulit untuk diwujudkan, ini menjadi salah satu penyebab mereka berada pada kondisi ekonomi buruk dan tidak memiliki mata pencaharian yang layak.

Masalah ini pun sudah menjadi fokus pemerintah dengan mengeluarkan UU no 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, diantara isi dari UU ini adalah mendorong perusahaan swasta untuk memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas menyalurkan potensi mereka pada perusahaan.

Lalu, bagaimana dengan praktik baik ketenagakerjaan inklusif yang terjadi? Sudahkah para oypmk dan penyandang disabilitas mendapatkan hak mereka untuk bisa berkontribusi pada perusahaan?

Adakah kendala yang terjadi di lapangan dan bagaimana pandangan orang-orang terhadap kekurangan yang ada pada diri mereka?

Yuk, cari tahu jawabannya bersama Ruang Publik KBR yang dipersembahkan oleh NLR Indonesia yang menghadirkan dua narasumber yang langsung berhubungan dengan OYPMK dan penyandang disabilitas di dunia kerja.

Kenalan Sama FKDC yuk!

Forum Komunikasi Disabilitas Cirebon ini berdiri pada bulan April 2007 dengan 285 anggota yang terdiri dari 235 penyandang disabilitas dan 50 orang yang pernah mengalami kusta.

Visi misi dari FKDC ini adalah menciptakan non diskriminasi pada oypmk dan disabilitas juga pemenuhan akses bagi mereka.

Disampaikan oleh Abdul Mujib sebagai ketua FKDC bahwa forum ini juga sebagai wadah  untuk saling berpartisipasi kemampuan, ketrampilan dan pengetahuan antara oypmk dan difabel. Selain itu juga sebagai sumber informasi sehingga terjadi interaksi dan saling memotivasi dengan tujuan untuk meningkatkan dan mengentaskan permasalahan yg sedang dihadapi.

Salah satu dari permasalahan yang harus diselesaikan adalah memberikan pekerjaan yang layak untuk para anggotanya. Hal ini masih terus diperjuangkan hingga kini, bantuan dari pemerintah sangat berarti namun stigma dari masyarakat menjadi tembok penghalang yang bisa mengecilkan hati.

Abdul Mujib percaya bahwa teman-teman oypmk dan disabilitas memiliki kemampuan yang sama baiknya namun kepercayaan diri mereka memang harus ditanamkan agar mampu bersaing di dunia kerja.

Ada banyak hal yang harus dipersiapkan agar oypmk dan penyandang disabilitas siap menghadapi dunia kerja, selain keahlian... Cara berkomunikasi juga penting untuk dipelajari.

Dalam praktik baik ketenagakerjaan inklusif tak ada perbedaan, semua dipandang sama pun terhadap oypmk dan penyandang disabilitas, mereka harus beradaptasi dengan ritme dan cara kerja sebuah perusahaan.

Nyatanya? Mereka mampu membaur dan berkontribusi pada perusahan dan instansi pemerintah sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Salah satu kunci keberhasilan di dalam dunia kerja adalah mengakui bahwa di dalam diri memang terdapat kekurangan, sehingga ketika orang lain menganggap berbeda ya memang itulah keadaan yang sebenarnya. Kesiapan mental sangat berpengaruh agar oypmk dan penyandang disabilitas bertahan di dunia kerja inklusif.

Sampai saat ini FKDC terus mencari peluang untuk mensosialisasikan bahwa oypmk dan difabel tidak berbahaya, mereka tidak pantas untuk dijauhi bahkan berhak untuk mendapatkan kesetaraan di dunia kerja.

Tidak mudah dalam mewujudkannya namun bukan hal mustahil pula, beberapa perusahaan mulai membuka pintu menerima oypmk dan difabel untuk berkontribusi pada perusahaan mereka. Salah satunya adalah Alfamart yang hingga kini sudah memperkerjakan lebih dari 900 oypmk dan difabel pada perusahaan mereka.

Alfamart Percaya OYPMK dan Difabel Bisa

Salah satu praktik baik ketenagakerjaan inklusif sudah dilakukan oleh Alfamart, perusahaan di bidang retail ini percaya bahwa kontribusi dari perusahaan sangat berdampak pada teman-teman oypmk dan difabel.

Disampaikan oleh Antony Ginting selaku recruitment & selection manager HO Alfamart bahwa teman-teman oypmk dan difabel bisa mencoba untuk bergabung dengan Alfamart. Tenang saja... Walaupun prosesnya sama namun akan ada perbedaan metode saat pelaksanaannya nanti sehingga memudahkan teman-teman dalam berkomunikasi.

Adapun kualifikasi yang harus dipenuhi untuk dapat lolos seleksi administrasi diantaranya :

1. Memiliki  kemampuan untuk mobilitas secara mandiri

2. Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi baik

Perbedaan cara pandang perusahaan dengan konsumen terkait hal ini juga sempat menjadi kekhawatiran Alfamart, namun sekali lagi disampaikan oleh Antony Ginting bahwa berkolaborasi dengan OYPMK dan Difabel justru akan meningkatkan reputasi perusahaan.

Sejalan dengan keyakinan ini, beliau juga memberikan dukungan agar teman-teman oypmk dan disabilitas harus percaya diri dan mencoba peluang untuk bergabung dengan perusahaan dan instansi pemerintah. Tunjukkan bahwa kalian juga memiliki kemampuan dan potensi yang akan sangat berguna untuk memajukan perusahaan.

Selain itu beliau juga mengajak perusahaan lain untuk berkontribusi membantu disabilitas, karena sekecil apa pun itu akan berdampak baik untuk mereka.

Waaaahhh, seru sekali ya perbincangan penuh manfaat ini. Rasanya ikut senang melihat pemerintah dan swasta juga banyak pihak bergotong royong memberikan kesempatan agar oypmk dan difabel bisa memasuki dunia kerja inklusif.

Kita sebagai masyarakat umum, bisa bantu apa nih? Yuk sadari bahwa stigma kita bisa menyulitkan teman-teman oypmk dan difabel. Dengan menurunkan stigma yang melekat harapannya kesempatan baik juga akan datang mendekat.

Syemangat menebar kebaikan.

Ciani Limaran
Haloo... selamat bertualang bersama memo-memo yang tersaji dari sudut pandang seorang muslimah.
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar