Jangan Dulu Rindu Aku



"Ini hati seenaknya aja ngasih perintah."

Aku tertawa mendengar ia keberatan. Lagi pula siapa yang mau ngasih perintah tapi itu kalimat berita.

"Kalau kalimat berita kok akhirnya bukan tanda titik?"

Eh, bisa gitu baca pikiran aku, hhaa. Kalau kalimat perintah juga harus pake tanda seru dong.

"Kebaca dari raut mukamu."

Yupp... cause visual speaks louder. Mungkin begitulah ungkapan yang sesuai.

"Aku ga mau."

Terserah. Ga maksa.

"Nyebelin."

Aku perlahan menjauh, satu dua langkah lalu memperlebar jarak hingga ratusan kilometer.

"Maunya apa sih?"

Tunggu, kenapa suaranya masih terngiang dan terdengar jelas?

Aku lupa. Ada bahasa cinta mengetuk relung jiwa, menembus batas.

Inginku menjawab, namun maafkan, mulutku terkunci.

Adakah kau mau mengerti?


No comments:

Post a Comment

Yuk sampaikan dengan santun :D

Paket Umroh Murah

Rukun islam yang ke lima adalah naik haji (bagi yang mampu), namun sebagai umat islam tentu keinginan mengunjungi Baitullah adalah sesuatu y...