Mata

3 komentar
Sejak bertemu, matamulah yang terus mengikatku hingga kini. Tak pernah ada pancaran yang sebening matamu, setulus matamu dan seindah matamu. Aku ragu tapi akan aku katakan bahwa aku jatuh cinta pada pandangan pertama dan itu karena matamu. Iya, apalagi, matamu.

Hai Tuan, maukah kau mendengarkan aku?

Jikalah dulu matamu tak menatapku seperti itu mungkin benih cinta tak akan tumbuh, namun kini semakin kuat menghujam dada. Apa yang bisa aku lakukan? Katakan.

Tuan, tahukah kau?

Bahwa jika separuh dari hari lelahku terkuras untuk rutinitas maka sisa istirahatku rela aku berikan hanya untuk menatap matamu. Kau ijinkan, Tuan? Kumohon jawab iya agar aku punya alasan untuk kembali membuka mata dan berjalan.

Tuan, matamu. Aku rindu. Jaga dia dari wanita lain, aku tak sudi berbagi dengan kaum hawa. Matamu milikku. Hanya aku yang boleh menikmatinya.



#FMOChallenge
#FastWriting
#LimaMenit
#TanpaCoret
#TanpaEdit
#TerjangSemuaAturanNulis
#Mata


Ciani Limaran
Haloo... selamat bertualang bersama memo-memo yang tersaji dari sudut pandang seorang muslimah.

Related Posts

There is no other posts in this category.

3 komentar

Posting Komentar

Follow by Email