Gadis Sendu episode lima

8 komentar
Silahkan baca dulu :

episode 1

episode 2

episode 3

episode 4



Anggota baru yang ingin bergabung ke dalam organisasi terkece di SMA ini begitu banyak, jelas popularitas adalah hal dominan penyebabnya. Kenyataannya aku tak menginginkan ini, melihat senior yang sok aksi membuatku muak, yahh... permainan aneh apa sebenarnya yang ingin Desuu tunjukan.
Uji seleksi masuk dilakukan seminggu kemudian dengan jumlah 80 siswa pendaftar, padahal hanya 16 yang akan diterima. Ujian berupa kemampuan akademik, pengertian tentang keorganisasian juga fisik. Dua minggu setelahnya hasil seleksi sudah tertempel di mading sekolah, dengan banyak pasang mata yang melotot berharap nama mereka yang tercantum disana.
Kau tak berminat untuk melihat hasilnya, Desuu?”
Bocah satu ini malah menuju kelas selepas kami dari kantin, papan mading berada di depan ruang osis yang itu berarti harus belok ke arah yang berseberangan dengan kelas kami.
Tak perlu, aku pasti lolos”
Tahu darimana?”
Siap-siap aku mendengarkan jika ia mengeluarkan analisa tentang ramalan nya, namun tak jadi sebab aku harus berlari menerabas kerumunan karena Desuu tak tahu aku juga lolos atau tidak.
Sudah kubilang tidak perlu, kenapa harus lari-larian?”
Ngos-ngosan aku duduk di sampingnya yang sudah berkutat dengan pena warna-warninya, “Tapi kau bilang hanya kau yang lolos, sedang nasibku tidak kau sebutkan.”
Mudah sekali sebenarnya, kau terlalu anti dengan osis hingga luput memperhatikan cara mereka menyeleksi anggota barunya.”
Bengong.
Osis adalah organisasi sekolah yang terdiri dari perwakilan siswa guna menjadi penyampai informasi sekolah kepada siswa yang lain. Karena bersifat perwakilan jadi harus ada minimal dua murid dari masing-masing kelas.”
Aku mengangguk paham, jelas kami akan lolos karena hanya kami berdua yang mendaftar osis dari kelas, yang lain tidak berminat sebab ujian fisik menjadi penghalang mereka, sebagian yang lain menganggap osis sama seperti perkiraanku dan sisanya menolak karena akan terbagi fokus dengan pelajaran. Kebanyakan teman lelaki kami memilih basket, yang perempuan menjelma menjadi petugas PMR yang bisa berada di bawah pohon rindang saat yang lain upacara ditemani sengatan matahari. Heran juga sih, apa ini keberuntungan kami saja?
Sebenarnya apa yang akan kita mainkan?”
Entahlah, aku hanya menjebakmu karena aku begitu ingin masuk osis.”
Raut wajahnya seketika berubah, pandangannya menerawang jauh entah kemana dan bisa kupastikan fokusnya ikut terbang bersama pikirannya. Jelas ada maksud terselubung, tidak mungkin Desuu hanya ingin masuk osis tanpa alasan.
Ingatlah, setelah ini apapun yang akan terjadi kau tak boleh membelaku sebab aku sendiri yang akan mematahkan keyakinanmu padaku”
Aku menatapnya tajam, meyelediki maksud dari perkataannya barusan, nihil. Tidak kutemukan apapun dalam mata jernihnya.
Katakan dengan jelas apa maksudmu?”
Sudah kubilang tidak ada”
Tidak bisa, kau telah menjadikanku umpan dan hanya ini yang boleh kutahu?”
Wajah kecilnya menunduk, menimbang akan sebuah keputusan.
Aku ingin kak Frans jadi milikku.”
Nyeri kurasakan saat ia mengutarakan alasannya, tapi aku menolak mempercainya. Desuu bukanlah tipe wanita yang mengejar lelaki. Pasti, masih ada alasan lain yang lebih masuk akal.


Bersambung......
Ciani Limaran
Haloo... selamat bertualang bersama memo-memo yang tersaji dari sudut pandang seorang muslimah.

Related Posts

8 komentar

Posting Komentar