Merindumu


Kita belum pernah bertemu kan?
Tapi kenapa hatiku selalu merindumu?
Menanti setiap kesempatan yang datang
Seolah sedang dipermainkan oleh waktu

Kita tidak saling mengenal bukan?
Tapi seakan aku mengerti cerita tentangmu
Mencoba mencari celah yang terbuka
Berharap waktu berubah syahdu

Ahhh... kenapa baru sekarang aku paham
Setiap ungkapan manis nan mendayu
Bukanlah untukku semata
Menjadikanku sejenak lesu dan layu

Aku jatuh hati pada sang pemahat karya
Bagaimana rasa hatinya, aku tak tahu
Dimana kata sarat akan makna
Berpadu dengan nada yang mendayu

Jika perkenalan kita adalah anugrah
Semoga Tuhan menjawab doaku
Bahwa kesempurnaan saat kita bersama
Maukah kau menjadi pujanggaku?

7 comments:

  1. Wuaaaaaahhhh mbak ciani... pagi-pagj bikin baper...😅😅😅

    ReplyDelete
  2. Mencari celah yang terbuka
    Berharap waktu berubah syahdu

    Nice mbaaakk sukaa bgt tulisan tulisan kyak gini lagi belajr juga soalnya hehhe

    ReplyDelete
  3. Sama kayak mifta..ikut dah menikmati jiwa muda yg sedang mencari pendamping hidup

    ReplyDelete
  4. pemahat karya suka diksinya. hehe

    ReplyDelete
  5. samaaa ky mb mifta.....sehati yaaa?

    ReplyDelete
  6. Wah...udah seperti pujangga nih.

    ReplyDelete
  7. Kita belum pernah bertemu kan?
    Tapi kenapa hatiku selalu merindumu?

    Sip-sip...

    ReplyDelete

Yuk sampaikan dengan santun :D