Sabtu, 05 Maret 2016

Numpang Tenar di ODOP batch 2

Akhirnyaaa....

Misi terselubungku dapat diutarakan, rasanya sudah tidak sabar hingga harus menunggu moment yang tepat untuk menyebarkan, hahaa.

Aku selalu tertarik dengan komunitas, organisasi atau bahkan sekedar kumpulan-kumpulan yang sedang exist, terutama yang menggunakan media sosial sebagai tempat berbagi. Yaahhh, semacam diving sambil makan gurame bakar di kedalaman laut bening bersama puluhan paus biru bergigi sangar (apaan coba..), pokoknya aku ga perlu show off apa pun dan mereka di luar sana tau-tau sudah kenal saya, ha haa. Magic.

Sebenarnya sudah lumayan terkenal sih, contohnya ditempat kerja ku (mewakili kota Sukoharjo), tempat tinggal ku (mewakili kota Klaten), letak kampus ku (mewakili kota Surakarta), hobi ku (mewakili provinsi Jawa Tengah),keluarga besar ku (mewakili pulau Jawa). Nah tuh..masak aku cuma terkenal sebatas pulau jawa doang sih ?

Ketidakterimaan ku berujung pada pencarian-pencarian lewat alunan merdu disetiap doa yang sendu dan penuh haru. Dan benar saja senjata umat muslim ini memang tiada diragukan lagi. Kakak tingkat dari ODOP 1 membagikan informasi bahwa ODOP batch 2 akan segera dibuka dan tak kurang dari satu menit aku langsung menyambutnya, tentu saja dia yang baik hatinya itu tidak tahu maksudku bergabung yang sesungguhnya (ssssttt... Kalian bisa jaga rahasia kan ?)

Setidaknya bisa naik level terkenal di dalam negeri sendiri, eh tapi denger-denger anggotanya ada yang stay di luar negeri loh (anggap aja bonus).

Tapi aku juga tidak semena-mena memperkenalkan diri pada dunia, aku harus membangun imej yang tak sembarangan, bayangin aja seluruh mata di dunia akan memandangku... (Bayangin.. Cepet bayangin !!)

Pertanyaannya, "Mau dikenal sebagai apakah aku?"

Mungkin begini beberapa waktu kedepan,
"Hai, saya Ciani, saya seorang penulis"

Aamiin... Aamiin..

Penulis itu dikenal dari karyanya, dan untuk menghasilkan sebuah karya tidak mungkin satu malam jadi (memangnya para jin dan kawanannya ikut bantuin, iddiihhh... Horor amat yak), perjalanan yang penuh lika-liku, tikungan tajam hingga jalur yang tidak stabil memerlukan kedisiplinan tinggi yang bertanggung jawab. Sesuatu yang aku belum punya dan sedang dalam pembelajaran. ODOP batch 2 kupercaya sebagai media pendalaman yang efektif (teror link tiap menit dari para anggota).

The last question, "Apa yang sudah aku karyakan ?"

Hhaa... Sekarang itu tidak penting. Paling tidak besok ketika karyaku terlahir, tidak banyak lagi orang yang bertanya-tanya identitasku, kan mereka sudah pada kenal saya :)


#OneDayOnePost

13 komentar:

  1. Tulisan yang menarik.
    Semoga karya-karya kita bisa segera mendunia ya.
    Aamiin...

    Salam kenal #ODOP2.
    singgah ke blog ku juga ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oohhh... Ternyata tdk cuma dengar, beneran ada yg di luar negeri...*abis mampir blog

      Aamiin

      Hapus
  2. sangat menghibur, seperti mendengarkan seorang gadis yang sedang membacakan mantranya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sim salabim jadi apa ?
      Prok..prok..

      Mksii ...

      Hapus
  3. Hihihi semoga makin populer sedunia. Yeayy

    BalasHapus
  4. Mbak Ciani yang ceria. Semoga sukses. Silahkan mampir ke Sragen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sukses bersama pak, aamiin

      Ooo sragen, bisa tuh ODOP sesolo raya kopdar, hhee

      Hapus
  5. Semoga semakin dikenal dgn karya yg menginspirasi ya, mbak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...

      Mksii..mksii

      Qt akan terkenal bareng, hhoo

      Hapus
  6. Bener banget, salah satu tujuan ODOP adalah personal branding..

    BalasHapus
  7. Salam kenal. Audrey dari ODOP 1, hehe.

    BalasHapus

Yuk sampaikan dengan santun :D