Lebam ini Kukira Kelelahan, Ternyata

5 komentar
Aku menemukan lebam di kaki kiri ketika berwudhu suatu sore itu. Warnanya biru pekat. Tak perlu lama untuk menyimpulkan bahwa yah ini mungkin efek kelelahan semata.

Karena tahu bahwa tidak berbahaya maka aku abaikan sedikit rasa sakit yang tidak terlalu menganggu itu.

Hasil reaksi konversi dari hemoglobin menjadi bilirubin itu perlahan memudar. Lalu aku tersadar akan kejadian yang sesungguhnya lebih masuk akal untuk menciptakan lebam ini.

Beberapa hari yang lalu sebelum aku menemukan lebam di kaki, suasana kerjaan sedang meningkat tajam. Mobilitas tinggi. Berlari ke sana ke mari untuk memaksimalkan waktu kerja yang tersedia, pahamlah yah jika perusahaan sedang babat alas, kadang nganggur kadang kepontal-pontal.

Nah... aku lupa bahwa bukan burung yang bisa melewati meja yang melintang di tengah ruang. Jadilah tumbukan tersebut sesaat membuatku berjongkok dan meringis, hhaa.

Begitulah, manusia sering tergesa-gesa. Menduga sekehendak hatinya. Menutup telinga untuk setiap nasehat yang masuk juga terkadang menganggap dirinya pastilah lebih benar.

Kacaunya lagi, itu terulang, duh.

Bukan lebam namun panas tubuh. Aku hanya mengira sakit flu mengingat banyak di sekelilingku juga tumbang. Hampir seminggu dan aku baru terhenyak akan ingatan yang melintas.

Baiklah. Saatnya tes laboraturium. Doakan saya 😊


Ciani Limaran
Haloo... selamat bertualang bersama memo-memo yang tersaji dari sudut pandang seorang muslimah.

Related Posts

5 komentar

Posting Komentar

Follow by Email