Pembagian 581 Lembar

"Sampai tanggal tujuh juni ya, Kak. Selamat membaca."

Begitulah saat pustakawati mempercayakan satu buku milik perpustakaan dibawa pulang oleh peminjam. Ada gelora semangat saat menggenggam buku pilihan, menuruni satu per satu anak tangga yang kadang terburu untuk segera berada di tempat ternyaman dan masuk dalam setiap petualangan baru.

Namun...

Terkadang yang terjadi justru sebaliknya, aura semangat membaca menguap seiring semakin jauhnya dari suasana damai perpustakaan.

Satu hari berlalu sia-sia, tersisa sembilan hari sebelum hari pengembalian. Harus ada target, tidak bisa tidak! Maka otakku berpikir sebisanya dan jatuhlah pada pilihan terbaik bahwa harus 65 halaman terlibas habis setiap harinya. Bisa? Bisa, begitulah setiap sebuah rencana terancang dan waktu-waktu yang berlalu akan menjadi saksi bahwa itu semua bukan sekadar wacana.

Pembukaan sebuah cerita selalu menjemukan namun jika bagian itu terlewat jelas aku akan kelimpungan mengenali setiap karakter pada tokoh. Yah, mau tidak mau. Hari pertama ini pemaksaan, namun berjalan lancar, target terpenuhi.

Hari selanjutnya ada sesuatu yang membuatku enggan beranjak, dihadapanku telah tersaji sebuah kisah yang mengobati kerinduan, menyesakkan setiap peristiwa hingga genangan air mengaburkan pandangan. Hari kedua halaman yang harus dibaca turun drastis menjadi 50 lembar per hari.

Begitupun hari ketiga, tanggal merah membuatku terpaku pada nilai-nilai luhur yang lama kucari, seolah menemukan oase di tengah padang gurun maka tak mungkin mudah untuk meninggalkannya. Halaman yang tersisa kembali merosot tajam, bahkan aku menolak terpejam demi memenuhi gersang hati akan siraman rohani.

Masih tersisa enam hari dan aku telah tersenyum, memeluk erat buku luar biasa ini. Ingin semua membacanya tanpa terkecuali. Secepatnya, buku ini akan kembali ke rak-rak kayu di perpustakaan, menanti tangan-tangan terpilih untuk membawanya pulang dan berdoa yang sama dengan yang aku panjatkan.



Tegas engkau bersikap
Menghukum sesuai syariat
Tiada terpejam saat mengingat
 Rakyat adalah tanggung jawab berat
Di mana kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat

Khalifah Umar bin Khaththab
Kepemimpinanmu memenuhi bumi dengan keadilan





2 comments:

  1. Enaknya bisa minjem buku diperpuss 😀😀

    ReplyDelete
  2. 50 lembar per hari? Keren. Aku belum tentu bisa melampaui angka itu. 5 lembar per hari saja kadang susah buat membaca. Semangat ya, mbak Ciani :)

    ReplyDelete

Yuk sampaikan dengan santun :D

Modal Nulis Dapat Barang Gratis

Hai, hai... gimana sensasi baca judul di atas? Hhii, percaya ga? Harus percaya dong. Nih aku kasih bukti nyata. Awalnya aku mau buka bisni...