Tiga Kali Panggilan

5 komentar
Hujan sudah berhenti, namun langit malam tetap saja kelam tanpa bintang. Aku berjalan perlahan.

"Mbak..."

Dari suaranya jelas terdengar bahwa seseorang yang menyapaku adalah lelaki, kutahan diri untuk tak menanggapi. Jalanan sepi, satu dua kendaraan lalu lalang namun setelah itu kembali lengang.

"Mbak..."

Kedua kali kembali ia memanggil, Ya Rabb... peluh menetes, memang benar kata nenek bahwa tidak baik seorang perempuan keluar hingga malam tanpa ditemani oleh siapa pun. Ini satu contoh nyata, jika sudah begini bisa apa? Mulutku membuka menutup seperti ikan, menggumamkan doa-doa meminta perlindungan.

pim.. pim..

Merasa aku tak menjawab seruannya kini ia membunyikan klaksonnya. Otakku bekerja cepat, jika ia berniat jahat pastilah sudah sejak tadi ia melakukannya tidak menunggu apakah aku akan menjawab panggilannya atau tidak.

"Mbak..."

Ini yang ketiga, kumantapkan hati untuk menengok dan memberikan senyum tanda perdamaian.

"Kenapa, Mbak?"

"Bannya bocor, Mas?"

"Ooo, itu Mbak, gang depan belok kiri masuk sedikit ada tambal ban."

Aku menghela nafas lega, pertolongan akhirnya datang.


Ciani Limaran
Haloo... selamat bertualang bersama memo-memo yang tersaji dari sudut pandang seorang muslimah.

Related Posts

There is no other posts in this category.

5 komentar

  1. Wkwwk suudhon yang berpadu waspada. Mantaf

    BalasHapus
  2. Wkwwk suudhon yang berpadu waspada. Mantaf

    BalasHapus
  3. Wkwkwkwk...ternyata masnya baik hati

    BalasHapus
  4. Wkwkwkwk aku sering gitu. Takut diculik 😂😂 jadi gak mau nengok...

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email