Usil



"Ngapain sih, Fin?"

Selalu ada-ada saja hal aneh yang dia lakukan jika kami bertemu. Setiap hari rabu, perwakilan dari masing-masing bagian akan berkumpul dan mengevaluasi hasil kerja seminggu yang lalu, setelah itu dilanjutkan perencanaan seminggu ke depan.

Panggil ia Alfin, penanggung jawab toko yang usilnya ga ketulungan, terlebih kepadaku. Ada banyak hal yang ia tunjukkan kepadaku, mulai dari perjalanan pemenang Got Talent America, video klip artis korea yang homo, hingga hal-hal absurd lainnya, yang tidak mungkin ia tunjukkan pada yang lain.

Hhaa... Entah kenapa untuk hal gila ia selalu  menyeretku, baiklah.. Yang sebenarnya terjadi adalah kedok keanggunanku hanyalah topeng di matanya. Ia bisa melihat sisi tak feminim dalam diriku. Sudahlah, beberapa rahasia masing-masing telah kami pegang.

Sekarang di depanku, Alfin sibuk menunduk, meyembunyikan kepalanya di balik meja. Kakiku bersila di atas kursi. Kuabaikan ia, kembali berkutat dengan rangkaian kata dengan pena warna-warni.

Senyumnya merekah menatapku, tak menjawab pertanyaan lalu kembali bertopang dagu memelototiku, "Papi kemana sih?"

Aku mengangkat bahu, papi adalah sebutan kami untuk pak bos. Jelas cuma diantara kami sebutan itu terucap.

"Pinjem charger dong"

"Sana pinjem orang belakang, lagi sibuk"

Kurasa ia mulai bosan tak melakukan apa pun di ruangan ini. Mondar-mandir kesana kemari, tak peduli teman-teman yang lain menganggapnya kurang kerjaan, dia memang sedang tak punya kerjaan. Hal yang bisa ia kerjakan hanya berjualan di toko, bukan di dalam ruangan berAC tanpa telor di dalamnya.

Tak lama pak bos datang, kami bersiap untuk berdoa sebelum memulai semuanya. Aku sibuk menyiapkan broadmarker sebab menjadi yang pertama menyampaikan laporan.

Taraaa.... Ini dia alasan ia sibuk menunduk beberapa menit tadi, tersenyum tak jelas, juga meminjam charger, baiklah semua hanya jebakan. Beruntung aku tak buru-buru berdiri dan melangkah. Butuh beberapa menit untuk melepaskan ikatan yang rumit ini.

Kulemparkan senyum pembalasan yang hanya ditanggapi dengan kedipan mata. Mungkin maksudnya adalah "sepatuku tidak bertali, Ci"

Tunggu saja....



5 comments:

Yuk sampaikan dengan santun :D

Paket Umroh Murah

Rukun islam yang ke lima adalah naik haji (bagi yang mampu), namun sebagai umat islam tentu keinginan mengunjungi Baitullah adalah sesuatu y...